Brussels perpanjang status waspada kekeringan

Istanbul (ANTARA) - Otoritas di Brussels, Belgia, memperpanjang status waspada kekeringan level kuning menyusul terus menurunnya cadangan air tanah dan berlanjutnya cuaca kering di kawasan tersebut.

Keputusan itu diambil oleh satuan tugas kekeringan bersama perusahaan penyedia air Vivaqua, Otoritas Pelabuhan Brussels, dan Safe.brussels setelah mengevaluasi perkembangan kondisi terkini, menurut laporan penyiar VRT pada Rabu.

Berdasarkan indeks kekeringan Institut Meteorologi Kerajaan Belgia, kondisi di Wilayah Ibu Kota Brussels mengarah ke status kering. Sebagian besar wilayah Belgia juga mengalami kondisi mulai dari "kering" hingga "sangat kering".

Meskipun pasokan air minum masih dalam kondisi stabil, Vivaqua memperingatkan kekeringan berkepanjangan dan gelombang panas yang terjadi berturut-turut dapat semakin membebani ketersediaan sumber daya air.

Baca juga: Panas ekstrem Italia, 3 orang meninggal dan 27 kota siaga merah

Pemerintah pun mengimbau warga menghindari penggunaan air untuk keperluan yang tidak mendesak selama kekeringan masih berlangsung.

Aktivitas yang diminta untuk dibatasi meliputi mencuci mobil, mengisi kolam renang, membersihkan trotoar dan teras, serta menyiram rumput dan tanaman hias.

Kondisi kering yang berkepanjangan juga meningkatkan risiko kebakaran hutan.

Status risiko kebakaran hutan di wilayah Brussels masih berada pada level oranye atau sangat tinggi, sementara wilayah Flanders telah menerapkan status waspada kekeringan level oranye sejak pertengahan Juli.

Otoritas Pelabuhan Brussels menyatakan telah mengambil sejumlah langkah untuk menjaga ketinggian air di Kanal Brussels di tengah kondisi kering yang terus berlangsung.

Baca juga: Tiga singa betina di Jepang mati diduga akibat panas ekstrem

Sementara itu, Badan Lingkungan Flanders (VMM) melaporkan muka air tanah di seluruh wilayah Flanders terus menurun setelah hampir satu bulan minim hujan.

Pengukuran pada Minggu (2/8) menunjukkan 81 persen titik pemantauan mencatat muka air tanah berada pada kategori rendah hingga sangat rendah untuk periode ini. Dari jumlah tersebut, 56 persen berada pada kategori sangat rendah dan 25 persen tergolong rendah.

VMM memperkirakan kondisi muka air tanah yang rendah hingga sangat rendah masih akan mendominasi selama satu bulan ke depan, terlepas dari perkembangan cuaca.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Gelombang panas keempat tahun ini di Italia picu respons darurat

Baca juga: Prancis matikan tiga reaktor nuklir akibat kekeringan

Baca juga: Panas ekstrem surutkan air Sungai Danube, ganggu pengiriman kargo

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.