ILUSTRASI. BSI terus menyiapkan pengembangan bisnis atau ekspansi bisnis emas seiring besarnya potensi pasar bullion di Indonesia (KONTAN/Baihaki)
Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus menyiapkan pengembangan bisnis emas seiring besarnya potensi pasar bullion di Indonesia. Salah satu yang tengah dipersiapkan adalah bisnis simpanan emas yang memungkinkan emas masyarakat untuk disalurkan kembali kepada pihak yang membutuhkan.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan, saat ini pengembangan simpanan emas masih dalam tahap persiapan, terutama dari sisi pembangunan pasar dan model bisnis. Pasalnya, BSI perlu memastikan terdapat pasar yang dapat menyerap emas yang dihimpun dari masyarakat.
"Kalau simpanan emas itu mesti punya market-nya dulu. Ini kita lagi bangun market-nya, supaya kalau ada masyarakat yang simpan emas, kita bisa menyalurkan kepada toko-toko emas yang butuh," kata Anggoro kepada media, Kamis (20/8/2026).
Untuk itu, ia bilang, pihaknya perlu membangun sistem dan ekosistem bisnis terlebih dahulu lantaran bisnis tersebut merupakan hal baru. Meski, sejatinya BSI telah mengantongi izin sebagai bullion bank.
Baca Juga: Kebutuhan Bisnis Nasabah Kian Berkembang, QLola by BRI Hadirkan New Experience
Dalam model simpanan emas yang tengah disiapkan, ia bilang emas fisik akan menjadi underlying dari transaksi. Dengan demikian, transaksi yang dilakukan pada dasarnya merupakan transaksi emas dengan emas atau gold to gold.
Namun di luar itu, BSI juga telah membahas penjaminan khusus untuk pengembangan simpanan emas tersebut dengan Bank Indonesia (BI). Pasalnya, keberadaan lembaga penjamin bakal menjadi salah satu aspek penting apabila bisnis simpanan emas dikembangkan lebih jauh.
"Ke depannya harus ada yang jamin. Idealnya harus ada yang jamin, tidak bisa BSI sendirian yang melakukan," jelasnya.
BSI juga tertarik mengembangkan produk berbasis exchange traded fund (ETF) emas. Namun, realisasi produk tersebut masih membutuhkan persiapan dari sisi regulasi dan internal perbankan.
"Tertarik, tapi kita masih menyiapkan. Regulasinya kalau di perbankan kan nyiapinnya tidak secepat non-bank," ujar Anggoro.
Emas untuk Akuisisi Nasabah
Lebih lanjut, Anggoro menegaskan bahwa bisnis emas bagi BSI tak hanya ditujukan untuk memperbesar bisnis bullion bank.
Produk emas juga menjadi salah satu strategi perseroan untuk mengakuisisi nasabah baru. Hingga Juni 2025, BSI mencatat kepemilikan aser kelolaan emas sebesar 24 ton.
"Bisnis emas ini bagian dari untuk menambah akuisisi nasabah baru. Yang kita kejar justru tabungan emasnya," kata Anggoro.
Baca Juga: CIMB Niaga Luncurkan KKI Ritel, Bisa Transaksi QRIS Pakai Kartu Kredit
Semakin banyak masyarakat yang menabung emas di BSI, menurutnya semakin besar pula peluang bank untuk mengonversi pengguna produk emas menjadi nasabah perbankan syariah.
"Karena masyarakat waktu kita tawari perbankan syariah, salah satu diferensiasinya adalah tabungan emas. Jadi salah satu produk," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tag
- PT Bank Syariah Indonesia Tbk
- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)
- BSI
- Bank Syariah Indonesia