Bukan 8 Gelas Sehari, Ternyata Ini Takaran Ideal Minum Air Putih Per Hari

Jakarta -

Selama ini, anjuran minum delapan gelas air putih setiap hari sudah lama dianggap sebagai patokan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh setiap orang.

Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Kebutuhan cairan setiap orang tidak bisa disamaratakan hanya berdasarkan satu angka.

Lantas, bagaimana mengukur takaran ideal minum air putih setiap hari yang dapat Bunda ikuti untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dilansir Business Standard, aturan delapan gelas yang terkenal bukan formula yang berlaku untuk semua orang, Bunda. Wakil Manjer Dietetika Klinis, Rumah Sakit PD Hinduja & MRC, Rutu Dhodapkar, mengatakan kebutuhan hidrasi setiap orang berbeda.

Iklim, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan berpengaruh. Orang-orang di kota dengan cuaca yang panas dan lembap lebih banyak berkeringat dan membutuhkan cairan ekstra. Keseimbangan elektrolit juga sangat penting.

Sulit untuk menentukan secara pasti di mana dan kapan aturan delapan gelas per hari berasal. Ada teori yang menyatakan bahwa aturan ini mungkin didasarkan pada asupan cairan 1 ml per kalori makanan yang dikonsumsi.

Namun, semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa rekomendasi umum ini mungkin sebenarnya terlalu banyak air untuk sebagian orang dan tidak cukup untuk orang lain.

Takaran ideal minum air putih setiap hari

Dilansir Healthline, meskipun ada kondisi tubuh yang membuat kebutuhan air meningkat, orang sehat umumnya tidak perlu mengonsumsi air dalam jumlah yang begitu besar.

Di sisi lain, kurang minum air dapat menyebabkan dehidrasi ringan, yang didefinisikan sebagai kehilangan 1-2 persen berat badan akibat kehilangan cairan. Dalam kondisi ini, Bunda mungkin mengalami kelelahan, sakit kepala, dan perubahan suasana hati.

National Institute of Medicine telah menetapkan tingkat asupan yang memadai untuk total air dan minuman. Ini mengacu pada tingkat yang diasumsikan dapat memenuhi kebutuhan sebagian besar orang.

Adapun sejumlah faktor, baik di dalam tubuh maupun lingkungan sekitar, yang memengaruhi kebutuhan air seseorang.

Ukuran tubuh, komposisi tubuh, dan tingkat aktivitas sangat bervariasi dari orang ke orang. Jika seorang atlet, tinggal di iklim panas, atau sedang menyusui, kebutuhan air Bunda tentu meningkat.

Dengan mempertimbangkan semua ini, jelas bahwa kebutuhan air sangat individual. Delapan gelas air per hari mungkin sudah lebih dari cukup bagi sebagian orang, tetapi mungkin terlalu sedikit bagi orang lain.

Jika ingin semuanya tetap sederhana, cukup dengarkan tubuh dan biarkan rasa haus menjadi panduannya. Minum air saat Bunda merasa haus, ganti kehilangan cairan dengan minum lebih banyak air saat cuaca panas dan berolahraga.

Namun, perlu diingat bahwa hal ini tidak berlaku untuk semua orang. Beberapa lansia, misalnya, mungkin perlu secara sadar mengingatkan dirinya sendiri untuk minum air karena penuaan dapat mengurangi sensasi haus.

Manfaat minum air yang cukup untuk kesehatan

Bunda perlu minum cukup air agar tetap terhidrasi secara optimal. Secara umum, itu berarti mengganti air yang hilang melalui pernapasan, keringat, urine, dan feses. Minum air putih yang cukup dapat memberikan manfaat kesehatan, termasuk:

  • Penurunan berat badan: Minum air yang cukup dapat membantu Bunda membakar lebih banyak kalori, mengurangi nafsu makan jika dikonsumsi sebelum makan, dan menurunkan risiko penambahan berat badan jangka panjang.
  • Performa fisik yang lebih baik: Dehidrasi ringan dapat mengganggu performa fisik. Kehilangan hanya dua persen kandungan air tubuh selama berolahraga dapat meningkatkan kelelahan dan mengurangi motivasi.
  • Mengurangi keparahan sakit kepala: Bagi mereka yang rentan terhadap sakit kepala, minum air tambahan dapat mengurangi intensitas. Pada orang yang dehidrasi, air dapat membantu meredakan gejala sakit kepala.
  • Meredakan dan mencegah sembelit: Pada orang yang mengalami dehidrasi, minum air yang cukup dapat membantu mencegah dan meredakan sembelit. Namun, penelitian lebih lanjut tentang kemungkinan efek ini masih diperlukan.
  • Risiko batu ginjal menurun: Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan, ada beberapa bukti bahwa peningkatan konsumsi air dapat membantu mencegah kambuh batu ginjal pada orang yang memiliki kecenderungan untuk membentuknya.

Nah, itulah takaran ideal minum air putih yang dapat Bunda ketahui. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/rap)