Bukan Setir yang Dibajak, Ancaman Terbesar Mobil Modern Ternyata Ini

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:00 WIB

New York, VIVA – Semakin banyak mobil baru yang dijual saat ini telah dilengkapi koneksi internet. Berkat teknologi tersebut, produsen dapat mengirim pembaruan perangkat lunak (over-the-air atau OTA), menambahkan fitur baru, hingga memperbaiki bug tanpa kendaraan harus dibawa ke bengkel.

Baca Juga

Di balik kemudahan tersebut, muncul pertanyaan yang masih sering menjadi perdebatan. Seberapa aman mobil yang selalu terhubung ke internet, dan apakah kendaraan tersebut bisa diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Banyak orang membayangkan skenario seperti di film, di mana seorang peretas mengambil alih kendali mobil dari jarak jauh lalu membelokkannya sesuka hati. Namun, menurut sejumlah pakar keamanan siber, kemungkinan tersebut jauh lebih kecil dibanding yang sering digambarkan di layar lebar.

Baca Juga

Disadur VIVA Otomotif dari Carscoops, Rabu 22 Juli 2026, mobil modern memang dipenuhi berbagai komputer atau electronic control unit (ECU) yang mengatur fungsi kendaraan, mulai dari mesin, sistem pengereman, kemudi, hingga fitur hiburan. Namun, sistem-sistem tersebut umumnya memiliki lapisan pengamanan sehingga tidak mudah diakses dari luar.

Artinya, seorang peretas tidak bisa begitu saja masuk ke sistem kendaraan dan langsung mengambil alih kemudi atau rem. Untuk mencapai sistem yang berkaitan dengan keselamatan, pelaku harus melewati sejumlah lapisan keamanan yang dirancang oleh produsen.

Baca Juga

Meski demikian, bukan berarti mobil terkoneksi sepenuhnya bebas dari ancaman. Risiko yang dinilai lebih realistis justru berkaitan dengan gangguan operasional kendaraan dalam skala besar.

Misalnya, kendaraan dapat dibuat tidak bisa dihidupkan, proses pengisian daya mobil listrik terganggu, atau layanan digital yang bergantung pada koneksi internet menjadi tidak berfungsi. Jika terjadi pada armada kendaraan dalam jumlah besar, dampaknya bisa mengganggu aktivitas transportasi maupun distribusi logistik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, kendaraan yang selalu terhubung ke internet juga menyimpan berbagai data, mulai dari lokasi, riwayat perjalanan, hingga informasi penggunaan kendaraan. Perlindungan terhadap data tersebut menjadi salah satu tantangan yang kini semakin diperhatikan oleh industri otomotif.

Di sisi lain, konektivitas juga memberikan keuntungan dari aspek keamanan. Melalui pembaruan OTA, produsen dapat menutup celah keamanan yang ditemukan tanpa harus memanggil seluruh kendaraan ke bengkel.

Halaman Selanjutnya

Dengan cara tersebut, perbaikan perangkat lunak dapat dikirim ke ribuan bahkan jutaan kendaraan dalam waktu singkat. Langkah ini dinilai lebih efektif dibanding metode pembaruan konvensional yang mengharuskan pemilik datang ke jaringan layanan purna jual.