Prinsipnya kami ingin stok yang ada tidak hanya tersimpan di gudang, tetapi juga bergerak dan hadir lebih dekat dengan masyarakat
Jakarta (ANTARA) - Perum Bulog memperkuat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) guna menjaga stabilitas harga, memperluas akses pangan, dan memastikan ketersediaan beras tetap mencukupi bagi masyarakat.
"Prinsipnya kami ingin stok yang ada tidak hanya tersimpan di gudang, tetapi juga bergerak dan hadir lebih dekat dengan masyarakat," kata Kepala Divisi Penjualan Pasar Pemerintah Perum Bulog Fauzan Dipo Pribadi dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Bulog memastikan ketersediaan stok beras di Kabupaten Alor, dalam kondisi aman dan mencukupi. Saat ini, stok beras yang tersimpan di Gudang Bulog Kalabahi Kota mencapai sekitar 1.500 ton, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pasokan beras.
Untuk memastikan stok yang tersedia dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, Bulog terus memperkuat penyaluran beras melalui berbagai saluran, salah satunya dengan memasifkan pelaksanaan GPM di sejumlah titik yang mudah dijangkau masyarakat.
"GPM pada hari ini dilaksanakan di GBI Filadelfia Mali dan Gereja Ebenhaeser Hula dan akan terus dilaksanakan untuk membantu masyarakat Alor mendapatkan pangan yang berkualitas dan terjangkau," ujarnya.
Fauzan yang hadir langsung menyaksikan pelaksanaan GPM di Alor, memastikan ketersediaan stok yang cukup menjadi modal penting bagi Bulog untuk terus menghadirkan pangan dengan harga terjangkau di tengah masyarakat.
“Karena itu, stok yang tersedia akan terus kami gerakkan agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah,” jelas Fauzan.
Menurutnya, GPM tidak hanya menjadi sarana penyaluran pangan, tetapi juga merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap bahan pangan pokok dengan harga yang wajar.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pelaksanaan GPM dapat dilakukan secara masif dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, mengapresiasi langkah Bulog dalam memperkuat distribusi pangan melalui GPM di Kabupaten Alor. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata sinergi pemerintah dalam menjaga ketersediaan sekaligus keterjangkauan pangan bagi masyarakat.
“Ini merupakan langkah konkret untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan dengan harga yang terjangkau. Pemerintah Provinsi NTT akan terus mendukung upaya menjaga ketahanan dan stabilitas pangan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur, termasuk di Kabupaten Alor,” ujar Johni.
Ia menambahkan, kondisi geografis NTT yang terdiri dari banyak wilayah kepulauan membutuhkan kolaborasi dan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bulog, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.
“Kita ingin memastikan masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan, dapat memperoleh pangan dengan mudah dan harga yang terjangkau,” kata Johni.
Baca juga: Bapanas-Bulog salurkan bantuan pangan kepada 37.338 warga Alor-NTT
Baca juga: Bulog NTT serap 2.330 ton jagung dukung industri peternakan
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.