AKURAT.CO Perum BULOG menyiapkan beras sebanyak 10-20 ton untuk setiap kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 pada, Sabtu (15/8/2026) pagi.
Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh pimpinan cabang BULOG di NTT untuk segera menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat terdampak.
Selain beras, BULOG juga menyiapkan bantuan Minyakita sebanyak 1.000 liter untuk masing-masing kabupaten/kota.
“Kami perintahkan khususnya cabang-cabang Bulog yang ada di masing-masing kabupaten kota yang terdampak kami perintahkan untuk menstokkan, men-stanbykan berasnya minimal 20 ton ke masing-masing kabupaten kota. Kemudian ditambah lagi 1000 liter minyak kita,” kata Rizal saat ditemui setelah Bulog Cup 2026 di Jakarta, Senin (17/8/2026),
Menurut Rizal, bantuan tersebut nantinya dapat digunakan untuk mendukung dapur umum atau tempat memasak bersama di lokasi pengungsian.
Dengan demikian, masyarakat dan petugas di lapangan memiliki ketersediaan logistik selama masa tanggap darurat.
“Sehingga BNPB ataupun BPBD daerah bisa cepat mendistribusikan ke masing-masing kantong-kantong titik-titik pengungsian yang ada di daerah-daerah yang mengalami bencana alam,” ujarnya.
Selain itu, Rizal mengakui, distribusi bantuan menghadapi tantangan lantaran sejumlah akses jalan di NTT terdampak longsor.
Karena itu, BULOG akan menyesuaikan moda transportasi dengan kondisi akses di lapangan. Untuk lokasi yang tidak dapat dijangkau kendaraan roda empat, BULOG akan menggunakan sepeda motor.
“Jadi kami gunakan lebih menggunakan prioritas untuk yang pertama, kendaraan, sepeda motor. Untuk kendaraan Roda 4 nggak bisa masuk, kami gunakan sepeda motor,” ucap Rizal.
Jika akses menggunakan sepeda motor juga tidak memungkinkan, BULOG akan berkoordinasi dengan BNPB untuk memanfaatkan armada angkutan udara maupun laut.
Rizal menyebut koordinasi dengan Kepala BNPB telah dilakukan untuk memastikan skema distribusi alternatif dapat segera dijalankan.
Sebagai langkah antisipasi, BULOG juga menyiapkan stok beras di sejumlah bandara dan pelabuhan di NTT.
“Bahkan kami sekarang sudah dorong dan stokkan di tiap bandara dan pelabuhan adalah setiap hari 10 ton. 10 ton beras di bandara ataupun 10 ton beras di pelabuhan,” tukasnya.
Stok tersebut disiapkan agar dapat segera diangkut menggunakan pesawat atau kapal apabila terdapat kebutuhan mendesak di wilayah yang terdampak bencana.
“Untuk antisipasi, sewaktu-waktu kalau memang dibutuhkan bisa langsung diambil di pelabuhan atau di bandara tersebut, dinaikkan pesawat ataupun kapal, bisa di dorong ke lokasi-lokasi yang terdampak bencana,” tambah Rizal.