Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara telah menyalurkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 5.024 ton kepada 167.472 keluarga penerima manfaat (KPM) di sejumlah daerah di provinsi itu.
"Dari 167.472 penerima manfaat tersebut, realisasi penyaluran mencapai 9,63 persen dari total sekitar 1,73 juta penerima manfaat untuk alokasi Juli hingga September 2026," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto di Medan, Jumat.
Budi mengatakan wilayah yang telah menerima penyaluran bantuan pangan tersebut di antaranya Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Asahan, Kota Tebing Tinggi, Kota Medan.
Lebih lanjut, ia mengatakan penyaluran beras tersebut terus dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan kepada penerima manfaat di wilayah tersebut.
Sementara itu, kata Budi, daerah yang belum menerima penyaluran bantuan pangan, yakni Kota Binjai, Kabupaten Samosir, dan Kabupaten Humbang Hasundutan.
"Untuk itu, kami terus melakukan sosialisasi yang bekerja sama dengan pemerintah setempat dalam penyaluran bantuan pangan tersebut," ucapnya.
Sosialisasi tersebut antara lain memberikan informasi kepada warga penerima bantuan mengenai jadwal penyaluran dan bantuan pangan yang diberikan.
Budi optimistis penyaluran bantuan pangan kepada 1,73 juta penerima manfaat di Sumut dapat terealisasi sesuai target hingga akhir September 2026 karena hingga saat ini tidak terdapat kendala, baik faktor alam maupun teknis penyaluran.
Bulog Sumatera Utara mengimbau penerima manfaat tidak menjual kembali bantuan pangan tersebut karena bantuan pemerintah itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.
"Bantuan itu diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya sehingga memberikan manfaat bagi keluarga penerima," katanya.
Bantuan pangan tersebut juga mendukung upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam mengendalikan inflasi pangan.
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.