Bunda PAUD Barito Utara pimpin peringatan HAN dan deklarasi Gernas Rana
Kamis, 23 Juli 2026 19:39 WIB
Bunda PAUD Barito Utara Maya Savitri Shalahuddin pimpin peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 sekaligus Acara Deklarasi Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas Rana) di Arena Terbuka Tiara Batara Muara Teweh, Kamis (23/7/2026). ANTARA/HO-Dinas Kominfosandi Barito Utara
Muara Teweh (ANTARA) - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, Maya Savitri Shalahuddin pimpin peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 sekaligus acara deklarasi Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas Rana).
Kegiatan yang mengusung tema nasional "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" dipusatkan di Arena Terbuka Tiara Batara Muara Teweh, Kamis.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Barito Utara Shalahuddin, Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, Sekretaris Daerah Muhlis, unsur Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah (OPD), ASN, Ketua beserta pengurus GOW dan DWP Barito Utara, para guru, pelajar, serta ratusan anak dari berbagai sekolah di Muara Teweh.
Pada kesempatan tersebut, Bunda PAUD Barito Utara Maya Savitri Shalahuddin membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi.
Dalam amanat Menteri PPPA, disampaikan ucapan selamat Hari Anak Nasional kepada seluruh anak Indonesia serta ajakan untuk menjadikan peringatan HAN sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak-hak anak, memberikan perlindungan, serta memastikan setiap anak tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
Menteri PPPA menegaskan bahwa Hari Anak Nasional merupakan amanat Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984 yang bertujuan mengampanyekan pemenuhan hak anak atas hak hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, serta memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.

Pada peringatan HAN ke-42 Tahun 2026, pemerintah mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan". Tema tersebut menjadi penegasan bahwa anak bukan hanya objek pembangunan, tetapi juga subjek pembangunan yang memiliki hak untuk didengar pendapatnya dan berpartisipasi sesuai usia serta tingkat kematangannya.
"Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan penegasan bahwa setiap anak adalah pribadi yang berharga, dihormati, dan didengar pendapatnya. Anak bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek pembangunan yang memiliki hak untuk berpartisipasi sesuai dengan usia dan tingkat kematangannya," demikian amanat Menteri PPPA yang dibacakan Bunda PAUD Barito Utara, Maya Savitri.
Baca juga: Bupati Shalahuddin komitmen perkuat perlindungan anak melalui Deklarasi Gernas Rana
Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, media, keluarga hingga anak-anak sendiri diajak bergotong royong menciptakan lingkungan yang aman, bebas dari kekerasan, eksploitasi, perundungan, diskriminasi, maupun ancaman di ruang digital.
Menteri PPPA juga mengajak seluruh pihak mendukung Gerakan Berlian (Bersama Lindungi Anak) agar semangat perlindungan anak terus bergema dari kota hingga pelosok desa.
"Ketika seluruh bangsa bersatu melindungi anak, sesungguhnya kita sedang membangun fondasi Indonesia Emas 2045. Anak-anak yang terlindungi hari ini akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju, adil, dan sejahtera," bunyi amanat tersebut.
Pewarta : Kasriadi
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.