Kabupaten Bogor (ANTARA) - Bupati Bogor Rudy Susmanto mengajak seluruh masyarakat bersatu membangun Kabupaten Bogor setelah menyimak pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
"Kekuatan terbesar membangun bangsa, kekuatan terbesar membangun sebuah wilayah adalah masyarakatnya," kata Rudy usai menyimak pidato kenegaraan Presiden secara virtual di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Cibinong, Jumat.
Menurut dia, pembangunan Kabupaten Bogor membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dengan harapan yang sama untuk membawa daerah tersebut menjadi lebih baik.
Rudy mengatakan salah satu pesan yang disampaikan Presiden Prabowo ialah pentingnya pemerintah mendengarkan aspirasi masyarakat dalam menjalankan pembangunan.
Ia menyebut pesan tersebut menjadi pengingat bagi pemerintah daerah karena kepala daerah mendapat mandat dari masyarakat untuk menjalankan pemerintahan sekaligus memberikan pelayanan publik.
"Sudah sangat jelas beliau memberikan arahan, yang utama adalah dengarlah aspirasi dari masyarakat kalian masing-masing, dari Kabupaten Bogor, dari provinsi, dan tentunya membangun sebuah wilayah," katanya.
Dalam menjalankan pembangunan, kata dia, Pemkab Bogor juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, kejaksaan hingga organisasi kemasyarakatan.
Rudy menegaskan pembenahan Kabupaten Bogor tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat sehingga membutuhkan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
"Tentu tidak dalam waktu dekat kita bisa membahagiakan semua pihak, tapi yakinlah kita bersama-sama, langkah demi langkah kita benahi bersama-sama," ujarnya.
Ia juga menegaskan masyarakat Kabupaten Bogor memiliki hak memperoleh fasilitas dan infrastruktur yang semakin baik.
"Bogor ke depan, masyarakat Bogor ke depan punya hak untuk mendapatkan infrastruktur yang lebih baik lagi daripada kondisi yang sekarang," kata Rudy.
Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.