Buleleng (ANTARA) - Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra memacu koperasi di daerah tersebut untuk terus bertransformasi melalui penguatan sumber daya manusia (SDM), pemanfaatan digitalisasi, serta memperkuat sinergi dengan pelaku UMKM guna memperkokoh ekonomi kerakyatan.
"Semangat Hari Koperasi harus menjadi momentum untuk membangkitkan kembali koperasi agar semakin berdaya saing dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya maupun masyarakat luas," kata Sutjidra saat menghadiri peringatan Hari Koperasi Ke-79 di Gedung Sasana Budaya, Singaraja, Jumat.
Ia menyebutkan kabupaten di ujung utara Pulau Dewata tersebut saat ini memiliki 573 koperasi, terdiri atas 486 koperasi aktif dan 87 koperasi yang belum aktif.
Menurut dia, jumlah tersebut merupakan potensi besar dalam menggerakkan perekonomian daerah apabila seluruh koperasi dapat beroperasi secara optimal. "Kami berharap koperasi yang belum aktif dapat kembali bangkit sehingga mampu memberikan manfaat bagi anggotanya," ujarnya.
Sutjidra mengatakan potensi koperasi akan semakin kuat apabila mampu membangun kolaborasi dengan ribuan pelaku UMKM yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Buleleng.
Sinergi tersebut, lanjut dia, diharapkan dapat memperluas pemasaran produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa.
Selain itu, ia menekankan pentingnya transformasi digital dalam tata kelola koperasi.
Menurutnya, pengurus koperasi perlu memiliki kompetensi yang memadai agar mampu memberikan layanan yang efektif, efisien, dan profesional di tengah perkembangan teknologi.
"Peluang koperasi saat ini sangat besar. Pengurus harus memiliki jiwa entrepreneur, mampu memetakan potensi di wilayahnya, membina anggota, serta memanfaatkan digitalisasi agar koperasi semakin maju dan adaptif terhadap perkembangan zaman," katanya.
Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Buleleng Nengah Tenaya mengatakan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak dimaksudkan menjadi pesaing koperasi yang telah ada, melainkan sebagai mitra dalam memperkuat gerakan koperasi di tingkat desa.
Dia juga menyampaikan sekitar 80 persen koperasi di Kabupaten Buleleng telah mulai menerapkan digitalisasi layanan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota.
"Koperasi Merah Putih merupakan program pemerintah pusat yang kami dukung sepenuhnya. Tidak ada persaingan dengan koperasi yang sudah ada, justru saling melengkapi. Jika di desa sudah ada koperasi simpan pinjam, maka Koperasi Merah Putih dapat bergerak di sektor riil. Prinsipnya adalah membangun sinergi agar seluruh koperasi berkembang bersama," kata Tenaya.
Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA Purnomo
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.