Bupati Lampung Selatan dorong investasi untuk percepat hilirisasi komoditas

Bupati Lampung Selatan dorong investasi untuk percepat hilirisasi komoditas

Sabtu, 29 Agustus 2026 22:22 WIB

Image Print

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama memberikan sambutan pada kegiatan Business & Partnership Matching Komoditi dan Investasi Daerah dalam rangkaian Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 di Ruang Garuda 5 AB, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. (ANTARA/HO/Kominfo Lampung Selatan)

Lampung Selatan (ANTARA) - Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Radityo Egi Pratama mendorong masuknya investasi untuk mempercepat hilirisasi berbagai komoditas unggulan daerah sehingga mampu meningkatkan nilai tambah dan memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian masyarakat.

Hal itu disampaikan Radityo saat memberikan sambutan pada kegiatan Business & Partnership Matching Komoditi dan Investasi Daerah dalam rangkaian Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 di Ruang Garuda 5 AB, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.

“Kita melihat sebuah kekuatan ekonomi Indonesia hari ini sesungguhnya terletak di berbagai wilayah. Kabupaten memiliki peran penting sebagai pusat produksi,” kata Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dalam keterangan yang diterima di Lampung Selatan, Sabtu.

Menurut dia, potensi komoditas yang dimiliki daerah perlu didorong agar tidak berhenti pada kegiatan produksi, tetapi dikembangkan melalui proses hilirisasi sehingga menghasilkan produk dengan nilai jual dan daya saing yang lebih tinggi.

Untuk itu, kata dia, keterlibatan investor dan dunia usaha menjadi penting dalam mentransformasikan potensi daerah menjadi produk bernilai tambah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Ia mengatakan Lampung Selatan memiliki sejumlah keunggulan yang dapat menjadi daya tarik investasi, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, pariwisata hingga posisi geografis yang strategis sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera.

Daerah tersebut juga memiliki dukungan konektivitas melalui keberadaan bandara dan pelabuhan yang menjadi penghubung utama antara Pulau Sumatera dan Jawa.

“Lampung Selatan ini ibaratnya adalah beranda Sumatra. Kami punya airport, kami punya pelabuhan. Kami berharap Lampung Selatan tidak hanya dilewati, tetapi bisa menjadi tempat untuk disinggahi,” ujar dia.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terbuka terhadap investasi yang mampu mengembangkan potensi daerah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut dia, keberhasilan investasi tidak semata-mata diukur dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari kemampuan investasi tersebut menciptakan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas usaha serta menggerakkan perekonomian lokal.

Karena itu, Pemkab Lampung Selatan bersama organisasi perangkat daerah terkait terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif, antara lain melalui penyederhanaan regulasi dan penguatan komunikasi dengan calon investor.

“Pihak swasta itu ingin yang pasti-pasti saja, ingin simple. Ini yang coba dari pihak regulator diberikan,” katanya.

Ia mengatakan berharap forum Business & Partnership Matching dapat menghasilkan kerja sama yang lebih konkret antara pemerintah daerah, investor, dan pelaku usaha dalam mengembangkan komoditas unggulan serta berbagai peluang investasi di Lampung Selatan.

Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi salah satu kunci untuk mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi daerah.

“Tidak ada daerah yang mampu berkembang sendiri. Tidak ada daerah yang hidup besar tanpa kolaborasi. Kolaborasi bukan hanya tentang bekerja sama, tetapi bagaimana kita bisa menciptakan nilai bersama yang lebih besar lagi,” ujar dia.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.