Cara Belajar yang Tepat Membantu Anak Tumbuh Sesuai Potensinya

Bagikan:

JAKARTA - Kesuksesan anak di masa depan tidak lagi semata-mata ditentukan oleh nilai akademik. Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi hal itu. Mulai dari kmampuan berpikir kritis, beradaptasi, berkomunikasi, hingga bekerja sama kini menjadi bekal yang sama pentingnya untuk menghadapi tantangan kehidupan maupun dunia kerja.

Metode pembelajaran yang mampu menggali rasa ingin tahu, mengembangkan karakter, serta mengoptimalkan potensi setiap anak menjadi semakin relevan diterapkan.

Salah satu pendekatan yang banyak digunakan di berbagai negara adalah International Baccalaureate (IB). Kerangka pendidikan internasional ini menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran melalui pendekatan berbasis inkuiri (inquiry-based learning), yakni proses belajar yang mendorong anak aktif bertanya, mencari tahu, berdiskusi, hingga menemukan solusi atas suatu persoalan.

Menurut School Director Veritas Intercultural School Bintaro, Megasari, pendekatan tersebut menjadi salah satu cara agar pendidikan tetap relevan dengan kebutuhan masa depan.

"Perubahan menjadi Veritas Intercultural School merupakan wujud komitmen kami untuk terus berkembang dan menghadirkan pendidikan yang relevan dengan tantangan masa depan. Kami ingin setiap peserta didik tidak hanya memiliki prestasi akademik yang baik, tetapi juga tumbuh sebagai pribadi yang berintegritas, memiliki rasa ingin tahu, mampu berpikir kritis, dan siap memberikan dampak positif di manapun mereka berada," kata Megasari dalam keterangannya kepada VOI, Minggu, 26 Juli.

Berbeda dengan metode pembelajaran yang berpusat pada guru, pendekatan berbasis inkuiri mendorong peserta didik menjadi lebih aktif dalam proses belajar.

Anak tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diajak mengajukan pertanyaan, melakukan eksplorasi, berdiskusi, menganalisis berbagai sudut pandang, hingga menyimpulkan hasil pembelajaran berdasarkan pemahamannya sendiri.

Cara belajar seperti ini dinilai dapat membantu anak memahami konsep secara lebih mendalam sekaligus melatih kemampuan memecahkan masalah sejak dini.

Megasari menjelaskan bahwa pendekatan tersebut juga dirancang untuk membentuk kemampuan sosial dan karakter peserta didik.

"Pendekatan holistik ini membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang diperlukan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat," ujarnya.

Pendidikan modern juga mulai bergeser dari ukuran keberhasilan yang hanya berfokus pada nilai rapor. Selain kemampuan akademik, sekolah kini dituntut mampu membantu anak mengenali minat, membangun rasa percaya diri, meningkatkan kreativitas, hingga menumbuhkan empati terhadap lingkungan sekitar.

School Director Veritas Intercultural School Bali, Gusti Wayan Bayu Wedananta Alit Putra, menilai pendidikan perlu membekali anak dengan kemampuan yang relevan menghadapi perubahan.

"Transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan penegasan arah pendidikan yang kami bangun. Kami ingin setiap peserta didik memiliki keberanian untuk bertanya, kemampuan untuk beradaptasi, serta kepedulian untuk menjadi bagian dari solusi di tengah dunia yang terus berubah," kata Gusti Wayan.

BACA JUGA:


Kemampuan tersebut dinilai akan menjadi modal penting ketika anak memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun dunia kerja yang terus berkembang. Tentunya, pendidikan yang berpusat pada peserta didik juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

School Director Veritas Intercultural School Kelapa Gading, Lauren Sarinah mengatakan konsep International Baccalaureate telah diterapkan oleh ribuan sekolah di berbagai negara dan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik.

"Tentu harapannya tidak lain tidak bukan, dengan menggunakan IB framework ini, kami bisa memberikan atau bekerja sama dengan orang tua mensukseskan anak-anak, bukan hanya di akademik, tapi anak-anak bisa sukses di dalam hidupnya," kata Lauren.

Dalam hal ini, proses belajar yang mampu membangun rasa ingin tahu, melatih berpikir kritis, membentuk karakter, serta memberi ruang bagi setiap anak untuk menemukan dan mengembangkan potensinya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+