Langkah pertama dimulai sejak memilih bahan. Pilih jamur tiram yang berwarna putih bersih atau krem muda sesuai jenisnya, tidak berlendir, serta tidak mengeluarkan aroma asam.
Jamur yang masih segar memiliki tekstur lebih padat sehingga tidak mudah hancur ketika dimasak. Sebaliknya, jamur yang sudah terlalu lama disimpan biasanya mengandung lebih banyak air dan mudah lembek saat ditumis.
2. Jangan Merendam Jamur Terlalu Lama
Kesalahan yang cukup sering dilakukan adalah merendam jamur tiram di dalam air selama beberapa menit.
Jamur bekerja seperti spons yang mudah menyerap air. Jika direndam terlalu lama, kandungan air di dalamnya akan bertambah sehingga saat dimasak cairan yang keluar menjadi lebih banyak.
Sebaiknya cukup bilas jamur di bawah air mengalir selama beberapa detik untuk menghilangkan kotoran. Setelah itu, segera tiriskan.
3. Peras Perlahan Setelah Dicuci
Setelah dicuci, peras jamur tiram secara perlahan menggunakan tangan.
Tidak perlu dipelintir terlalu kuat karena dapat merusak serat jamur. Tujuannya hanya mengurangi air yang menempel setelah proses pencucian.
Langkah sederhana ini cukup efektif untuk mengurangi jumlah air yang keluar ketika jamur mulai ditumis.
4. Tiriskan hingga Benar-Benar Kering
Setelah diperas, letakkan jamur di atas saringan selama beberapa menit. Bisa juga menggunakan tisu dapur atau kain bersih untuk menyerap sisa air pada permukaan jamur.
Semakin kering kondisi jamur sebelum dimasak, semakin kecil kemungkinan tumisan menjadi berair.
5. Suwir Jamur dengan Ukuran yang Seragam
Cara mengolah jamur tiram agar tidak berair saat ditumis juga dipengaruhi oleh ukuran potongannya. Suwir jamur mengikuti arah seratnya dengan ukuran yang relatif sama. Potongan yang seragam membantu jamur matang secara merata sehingga air lebih cepat menguap.
Hindari menyuwir terlalu kecil karena jamur akan cepat layu dan kehilangan teksturnya.