Sebanyak 22 negara Uni Eropa menerbitkan surat terbuka bersama pada Sabtu. Mereka mendesak agar konferensi video para menteri dalam negeri Uni Eropa segera digelar untuk menyepakati langkah cepat dan terkoordinasi serta mencegah penyeberangan tidak terkendali lebih lanjut.
Prancis memperketat pemeriksaan di perbatasannya dengan Spanyol. Negara itu akan menambah jumlah petugas di perbatasan menjadi 334 orang, yang terdiri dari polisi dan polisi militer.
Mulai Sabtu, Italia kembali memberlakukan pemeriksaan terhadap pelaku perjalanan dari Spanyol selama satu bulan, meski kedua negara sama-sama menjadi anggota kawasan Schengen.
Sejumlah negara Uni Eropa juga mengusulkan agar keanggotaan Spanyol dalam kawasan bebas pergerakan Schengen ditangguhkan. Namun, langkah tersebut nyaris mustahil diterapkan.
Dalam surat kepada para pemimpin Komisi Eropa dan Dewan Eropa, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengecam sikap "egois" sejumlah negara Uni Eropa. Ia mendukung pertemuan daring para menteri dalam negeri Uni Eropa untuk membahas situasi tersebut.
Pemerintah Spanyol telah mengerahkan tentara, polisi, pesawat nirawak, penyelam, dan kapal ke Ceuta, wilayahnya di Afrika Utara yang telah dikelola selama berabad-abad.
Pada Sabtu, wartawan AFP melihat sejumlah anak muda memilih kembali ke Maroko setelah semalaman berkeliaran di pantai dan jalan-jalan Ceuta. Puluhan pria lainnya tidur di atas pasir.
Beberapa dari mereka mengucapkan "adios" atau "selamat tinggal" kepada petugas sebelum menyeberang kembali ke Maroko.
Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengatakan penghalang berisi udara sepanjang 500 meter telah dipasang di dekat pos perbatasan untuk memperkuat pengamanan.
Belum diketahui apa yang memicu arus migran dalam jumlah sangat besar secara tiba-tiba tersebut. Penyeberangan migran disebut mencapai puncaknya pada Kamis (30/7).
Pihak berwenang Maroko sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kejadian itu.