Chef Pribadi Bongkar 5 Kebiasaan Makan Miliuner demi Hidup Lebih Sehat

Jakarta -

Beberapa miliuner ternyata punya kebiasaan makan unik. Informasi ini disampaikan seorang chef pribadi yang pernah melayani mereka.

Kalangan miliuner kini lebih mengutamakan kualitas bahan makanan dibanding sekadar kemewahan hidangan. Hal ini disampaikan oleh Chris Demaillet, mantan chef pribadi Superyacht (kapal pesiar mewah) selama 17 tahun, sekaligus pendiri Montclair Chef di Mallorca, Spanyol.

Ia mengungkapkan bahwa sekitar 80% kliennya yang berasal dari kalangan atas kini memprioritaskan makanan sehat dan pola makan yang mendukung longevity atau umur panjang, meskipun beberapa diantaranya terdengar unik dan terkesan rumit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Business Insider (23/07/2026), berikut lima kebiasaan makan yang paling banyak diterapkan oleh para miliuner di dunia.

1. Pakai minyak zaitun berkualitas tinggi

Bottle pouring virgin olive oil in a bowl close upMinyak zaitun berkualitas tinggi. Foto: iStock

Chris Demaillet mengatakan minyak zaitun kualitas tinggi atau extra virgin oil selalu menjadi pilihan utamanya untuk memasak maupun sebagai dressing salad.

Bahan ini merupakan bagian penting dari pola makan Mediterania yang kini banyak diterapkan kliennya karena dikaitkan dengan kesehatan jangka panjang.

Meski harganya lebih mahal dibanding minyak lainnya, ia menilai kualitasnya sepadan. Menurutnya, banyak keluarga miliuner yang kini mengganti minyak biasa dengan minyak zaitun berkualitas tinggi, sebagai bagian dari pola makan yang lebih sehat serta mendukung upaya menjaga kebugaran dan umur panjang.

2. Memilih ikan liar hasil tangkapan langsung

Salmon Sushi Bukan Asli Jepang, Ternyata Diperkenalkan oleh Negara IniWild Caught salmon. Foto: Getty Images/PrathanChorruangsak

Selain minyak zaitun, Demaillet juga selalu mengutamakan ikan liar hasil tangkapan langsung, seperti sea bass. Menurutnya, ikan jenis ini umumnya memiliki tekstur lebih padat dan tidak berasal dari budidaya yang berpotensi menggunakan antibiotik atau zat tambahan tertentu.

Ia mengakui bahan tersebut tidak selalu mudah diperoleh dan harganya relatif mahal, tetapi tetap menjadi pilihan utama di kalangan atas.

Saat menyajikan ikan seperti tuna, ia juga memperhatikan frekuensi konsumsinya, terutama untuk anak-anak, karena kandungan merkurinya perlu diperhatikan agar tetap aman.

3. Tidak mengonsumsi sembarang daging

istilah daging sapi dari wagyu, usda prime beef, kobe, grass fed, grass finished fed, wet aged, dry agedDaging sapi grass fed. Foto: iStock

Saat membeli daging untuk sumber protein, Demaillet selalu memperhatikan asal-usul serta cara hewan tersebut dibesarkan. Ia lebih memilih daging sapi grass-fed atau sapi yang diberi pakan rumput serta unggas free-range yang dipelihara secara lebih alami.

Menurutnya, banyak klien dari kalangan atas kini meminta bahan makanan seperti ini sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan berkelanjutan.

Meski terlihat sebagai perubahan kecil, ia menilai keputusan memilih sumber protein yang lebih berkualitas merupakan langkah sederhana yang dapat mendukung pola makan sehat dalam jangka panjang.

4. Mengutamakan buah dan sayuran organik sesuai musim

Fresh fruits. Healthy food. Mixed fruit, apricots and peaches. Blueberry. various fruits on an old wooden table. Organic healthy assorted fruits. place for textOrganic fruit. Foto: Getty Images/Dziuba Volodymyr

Buah dan sayuran organik juga menjadi bahan yang hampir selalu dipilih saat menyiapkan makanan untuk para klien dari kalangan atas.

Demaillet menyarankan memilih produk buah dan sayuran yang sedang musim karena umumnya lebih segar, lebih matang, serta tidak perlu menempuh perjalanan jauh sebelum sampai ke tangan konsumen.

Selain itu, harganya juga sering kali lebih terjangkau. Ia mengatakan banyak keluarga miliuner mendapatkan bahan makanan tersebut dari petani atau toko khusus yang menyediakan produk premium agar kualitas rasa dan kandungan gizinya tetap terjaga.

5. Mengurangi penggunaan wadah berbahan plastik

wadah plastikwadah plastik Foto: Shutterstock/

Perhatian terhadap kesehatan tidak hanya berhenti pada pemilihan bahan makanan, tetapi juga cara menyimpannya.

Demaillet mengungkapkan sejumlah klien kini meminta chef menghindari penggunaan wadah dan pembungkus plastik untuk mengurangi paparan BPA maupun mikroplastik.

Sebagai gantinya, mereka lebih memilih makanan disajikan di wadah berbahan kaca, stainless steel, atau keramik untuk menyimpan makanan.

Selain itu, air minum yang digunakan juga umumnya telah melalui proses penyaringan khusus. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh dalam jangka panjang.

Halaman 2 dari 2

Simak Video "Kuah Unik Soto Arab Betawi dan Pelepas Dahaga Glek & Go"
[Gambas:Video 20detik] (sob/adr)