China Terbuka: Rachel/Febi Tumbangkan Unggulan Tuan Rumah, Fajar/Fikri Lolos Lewat Rubber Game

Bertanding di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, China, Rabu (22/7) waktu setempat, Rachel/Febi tampil luar biasa untuk mengamankan kemenangan dua gim langsung dengan skor ketat 24-22 dan 21-17.

"Kami belajar dari dua kekalahan sebelum ini, jadi tadi dari awal coba langsung meningkatkan hawa mainnya dan fokus untuk menyerang duluan," kata Febi usai laga.

"Untuk besok kami masih harus mengurangi kesalahan-kesalahan sendiri."

Rachel menambahkan, kejelian memanfaatkan kondisi angin di dalam arena pertandingan menjadi kunci sukses mereka dalam meredam agresivitas ganda putri peringkat atas dunia tersebut.

"Kami sudah tahu harus bermain seperti apa baik saat kalah ataupun menang angin. Target awal kami dan juga Kak Karel (Mainaky-Pelatih Ganda Putri Pelatnas PBSi) adalah menang di partai ini dan itu sudah berhasil," papar Rachel.

"Setelah ini baru fokus ke pertandingan selanjutnya, satu demi satu. Semoga kami bisa mendapat hasil terbaik."

https://www.akurat.co/badminton/875450/china-terbuka-raymond-joaquin-susul-fajar-fikri-ke-putaran-kedua-fadia-tiwi-tersingkir

Di sisi lain, pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri harus memeras keringat lewat pertarungan rubber game melawan duet ganda muda tuan rumah, Huang Di/Liu Yang, untuk mengunci kemenangan rubber game dengan skor 21-15, 20-22, dan 21-9. 

Fajar mengaku laga berjalan sangat alot akibat tingginya intensitas lawan yang tampil di hadapan pendukung sendiri. Ditambah minimnya adaptasi mereka dengan arena pertandingan.

"Pertandingan yang tidak mudah, pasangan China bermain sangat ngotot, sangat semangat dengan antusias dan dukungan publik tuan rumah yang luar biasa," kata Fajar.

"Memang kami tidak sempat mencoba arena pertandingan kemarin di sesi latihan jadi tadi coba beradaptasi. Bersyukur di gim ketiga kami bisa ambil start bagus."

Mengingat ini adalah turnamen beruntun (back-to-back) di mana mereka sukses menembus babak final pekan lalu, Fajar membeberkan pentingnya menjaga kondisi fisik serta imunitas mental agar tidak kelelahan.

"Turnamen back to back itu tidak mudah ya, apalagi di turnamen pertama kemarin sampai babak akhir. Harus ekstra recovery, dari pola makan, vitamin, dan juga istirahatnya dengan bantuan tim PBSI.

"Selain itu pastinya menjaga pikiran, harus selalu fresh dan enjoy. Hal-hal yang di luar turnamen dikesampingkan dulu karena itu kadang menguras energi."

Senada dengan sang tandem, Fikri memilih santai dalam menyikapi ekspektasi publik yang membebaninya sebagai penyandang status juara bertahan.

"Beban dan tekanan pasti ada di setiap turnamen, tidak hanya di sini karena kami juara bertahan dan pekan lalu baru juara di Jepang," sahut Fikri.

"Kami tidak mau terlalu melebih-lebihkan rasanya, ambil saja positifnya untuk semakin termotivasi dan percaya diri."

Sayangnya, hasil positif ganda putra dan ganda putri ini gagal diikuti oleh tunggal putra Alwi Farhan.

Menghadapi pebulutangkis India, Ayush Shetty, Alwi dipaksa bertekuk lutut lewat drama tiga gim dengan skor akhir 17-21, 21-5, dan 17-21.

Alwi Farhan mengaku kesulitan mengendalikan laju bola di arena yang berangin kencang. Ditambah dengan perubahan pola permainan cepat yang diperagakan oleh sang lawan.

"Ayush berubah sangat banyak dari permainan depannya, variasinya beberapa kali membuat saya tidak merasa nyaman," kata Alwi.

"Di gim ketiga setelah interval saya sebenarnya punya keuntungan dan sudah disiapkan akan bermain seperti apa, tapi memang tidak sesuai yang diinginkan."

Gugur di babak awal memberikan evaluasi mendalam bagi Alwi mengenai cara mengelola stamina dan fokus mental saat menjalani turnamen beruntun di level elite. Tanpa buang waktu, Alwi memilih langsung menatap ajang bergengsi berikutnya.

"Setelah ini saya akan langsung alihkan fokus ke depan untuk Kejuaraan Dunia," kata Alwi menuntaskan.