Istanbul (ANTARA) - China meluncurkan standar keselamatan nasional wajib pertama untuk kendaraan otonom canggih yang akan mulai berlaku tahun depan, menurut laporan media pemerintah pada Selasa (4/8).
Menurut Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi, aturan baru mengenai persyaratan keselamatan untuk sistem kemudi otomatis pada kendaraan cerdas yang saling terhubung (intelligent connected vehicles) tersebut akan berlaku mulai Juli mendatang, menurut laporan China Daily.
Standar baru itu mewajibkan produsen mobil untuk membangun sistem keselamatan menyeluruh sebelum menerapkan teknologi swakemudi Level 3 dan Level 4 di jalan raya.
Produsen mobil juga diwajibkan untuk menerapkan manajemen keselamatan sepanjang siklus hidup kendaraan, yang mencakup tahap desain, pengembangan, manufaktur, hingga operasional pascapenerapan.
Perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen risiko serta melakukan uji simulasi, pengujian di lintasan tertutup, dan uji coba di jalan raya dalam kondisi nyata sebelum mengaktifkan fungsi kemudi otonom.
Langkah yang diambil Beijing itu muncul di tengah persaingan antara produsen mobil global dan perusahaan teknologi untuk menghadirkan teknologi kemudi otonom dari tahap pengujian ke dalam moda transportasi sehari-hari.
China telah memberikan persetujuan akses bersyarat bagi dua model kendaraan otonom Level 3 pada 2025, yang menandai langkah awal menuju penerapan komersial yang lebih luas.
Untuk kendaraan-kendaraan tersebut, produsen harus melengkapi sistem dengan kemampuan untuk memantau apakah pengemudi siap dan mampu mengambil alih kendali saat diperlukan.
Selain itu, produsen wajib memberikan informasi yang jelas kepada pengguna mengenai tingkat otomatisasi kendaraan, batasan operasional, keterbatasan sistem, serta tanggung jawab terkait, melalui buku panduan pengguna, situs web, dan layar tampilan di dalam kendaraan.
Sumber: Anadolu
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.