Citra Semakin Terpuruk, Israel Tak Lagi Bisa Bersembunyi di Balik Dalih-Dalih Lamanya |Republika Online

Sebuah keluarga Palestina berlari keluar rumah menuju jalanan setelah serangan udara Israel di bagian selatan Kota Gaza pada 12 Juli 2026. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 14 warga Palestina terluka dalam serangan tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON-Selama berminggu-minggu, bahkan mungkin berbulan-bulan, para pengelola citra dan media Israel menghadapi pertarungan yang tampaknya sulit dimenangkan yaitu membendung kemerosotan reputasi Israel di mata opini publik dunia.

Setiap siklus pemberitaan menghadirkan kisah baru yang mengerikan tentang kekerasan yang terus berlangsung dan pembunuhan massal terhadap warga Palestina.

Hampir setiap hari muncul laporan baru, mulai dari penembak jitu Israel yang menewaskan warga Palestina hingga tuduhan penyiksaan seksual terhadap tahanan di penjara-penjara Israel. Deretan laporan mengenai berbagai pelanggaran ini tampak tidak pernah berhenti.

Salah satu pukulan paling berat bagi citra Israel datang pada 23 Juni lalu, ketika Komisi Penyelidikan Internasional Independen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menerbitkan laporan yang menyimpulkan bahwa Israel telah "menghancurkan esensi masa kanak-kanak" bagi warga Palestina di Gaza, Tepi Barat, dan wilayah pendudukan lainnya.

Komisi PBB tersebut mengidentifikasi adanya kampanye sistematis yang menargetkan anak-anak Palestina dan bertujuan menghancurkan masa depan mereka. Komisi itu bahkan menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk genosida.

Video konferensi pers yang mengumumkan temuan itu segera menyebar luas di internet.

Berbagai media internasional, media independen, organisasi hak asasi manusia, bahkan surat kabar besar seperti The New York Times turut menyorotinya.

Laporan video yang dipublikasikan oleh Double Down News (DDN) mengenai penyelidikan tersebut dibuka oleh sutradara Inggris Richard Sanders dengan menampilkan tiga contoh tindakan yang dilakukan pasukan Israel.

Salah satunya berkisah tentang seorang bayi yang tertembak di kepala saat sedang menyusu dalam pelukan ibunya.