CJIBF 2026 hasilkan rencana investasi sebesar Rp19,6 triliun
Kamis, 27 Agustus 2026 20:46 WIB
Pembukaan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Jakarta, Kamis (27/8/2026). (ANTARA/Zuhdiar Laeis)
Jakarta (ANTARA) - Ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jateng menghasilkan rencana investasi sebesar Rp19,6 triliun.
Kepala Perwakilan BI Jateng M. Noor Nugroho, di Jakarta, Kamis, menyebutkan bahwa nilai rencana investasi itu didapatkan dari one-on-one meeting (O3M) yang diikuti 38 pelaku usaha.
Hal tersebut disampaikannya saat penyelenggaraan CJIBF 2026 di Jakarta yang mengusung tema "Accelerating Investment Growth in Central Java through Sustainable Development and Regional Competitiveness".
Ia menjelaskan O3M itu diikuti juga pemilik proyek, pemerintah daerah, pengelola kawasan industri yang berlangsung dalam 60 sesi dan menghasilkan 37 Letter of Intent (LoI).
Capaian tersebut melanjutkan hasil CJIBF pada Mei 2026 yang mencatatkan 82 sesi O3M dengan partisipasi 24 pelaku usaha dan menghasilkan 40 LoI/kepeminatan investasi, dengan total rencana nilai sekitar Rp16,91 triliun.
Dalam O3M, berbagai pihak dipertemukan secara langsung dengan calon investor untuk mendalami kelayakan proyek, skema kerja sama, kebutuhan pembiayaan, serta rencana tindak lanjut investasi.
Pada penyelenggaraan CJIBF Agustus 2026 kali ini juga terdapat 26 proyek investasi yang clean and clear, termasuk empat proyek pemenang Investment Challenge (IC) 2026.
Sektor proyek yang ditawarkan bervariasi, antara lain mencakup sektor energi terbarukan, pengelolaan limbah, manufaktur, pertanian dan hilirisasi pangan, logistik, kesehatan, pariwisata, serta pengembangan kawasan industri.
CJIBF 2026 merupakan forum promosi investasi tahunan dalam kerangka Koridor Ekonomi, Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata Jawa Tengah (Keris Jateng).
Keris Jateng berperan sebagai forum koordinasi antara Pemprov Jateng dan BI untuk mengintegrasikan sumber daya dan keunggulan wilayah, memperkuat layanan dan promosi.
Serta, kebijakan investasi agar lebih profesional dan proaktif dalam meningkatkan daya saing global, serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan bahwa tantangan tekanan fiskal dan geopolitik tidak menyurutkan Jateng untuk mengembangkan potensi investasi.
"Kenapa Jawa Tengah hari ini melakukan kegiatan? Di saat tekanan fiskal, geopolitik yang disampaikan tadi. Ini tidak menyurutkan Jateng yang merupakan daya gedor investasi," katanya.
Bahkan, kata dia, Pemprov Jateng tidak berhenti melakukan promosi menjual potensi investasi yang ada di seluruh kabupaten/kota.
"Kita tidak bisa memungkiri bahwa di masing-masing daerah mempunyai potensi yang berbeda-beda. Tidak mungkin bisa menyamakan Jawa Timur, Jawa Barat, DKI. Demikian juga kabupaten/kota kita mempunyai suatu potensi yang berbeda-beda," katanya.
Namun, kata dia, Jateng menawarkan kelebihan dalam investasi, yakni jaminan kepastian hukum, kepercayaan publik kepada pemerintah, upah buruh yang kompetitif, luas lahan yang tersedia, hingga perizinan yang dipermudah.
"Maka di Provinsi Jawa Tengah, saya sebagai Gubernur Jateng, dan seluruh kabupaten/kota menjamin bahwa investasi di Jawa Tengah harus bisa tumbuh dan berkembang," katanya.
Baca juga: UIN Walisongo terima kunjungan MAN 3 Boyolali
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.