Cuaca ekstrem di Filipina sebabkan 23 orang meninggal

Cuaca ekstrem di Filipina sebabkan 23 orang meninggal

Senin, 17 Agustus 2026 16:29 WIB

Image Print

Arsip foto - Seorang wanita berjalan di jalan yang sebagian tergenang air akibat hujan deras setelah topan Gaemi di Chiayi, Taiwan Barat Daya pada 26 Juli 2024. Setelah menyebabkan banjir meluas, 6 kematian dan ratusan luka-luka di Taiwan serta membawa kerusakan dahsyat ke Filipina, topan super tersebut telah menghantam Tiongkok. Topan ini telah menyebabkan kerugian besar dan dampak di berbagai tempat di Asia Timur dan Asia Tenggara. Anadolu Agency/pri.

Islamabad (ANTARA) - Setidaknya 23 orang meninggal dunia dan ribuan lainnya mengungsi di berbagai wilayah di Filipina akibat hujan lebat dipicu oleh monsun barat daya yang semakin intensif serta siklon tropis Luis dan Maymay hingga menyebabkan banjir dan tanah longsor.

Dewan Penanggulangan dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Filipina (NDRRMC), dalam laporan terbarunya pada Senin, mencatat banjir dan tanah longsor yang meluas telah melanda beberapa wilayah, terutama di Luzon dan sebagian wilayah Visayas.

Akibatnya, kondisi tersebut memaksa keluarga-keluarga mengungsi ke tempat penampungan sementara, karena sungai meluap dan berbagai jalan tidak dapat dilalui.

Menurut NDRRMC, pemerintah daerah terus melakukan operasi penyelamatan, penyaluran bantuan, dan evakuasi secara terkoordinasi bersama dengan beberapa lembaga nasional dan pemerintah daerah.

Laporan tersebut menyebutkan jalan, jembatan, dan kawasan pertanian mengalami kerusakan di sejumlah provinsi, sehingga mengganggu transportasi dan mata pencaharian warga setempat.

Sumber: Anadolu

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: 23 orang meninggal di Filipina akibat cuaca ekstrem

Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.