Cuaca Panas, Korea Utara Anjurkan Warga Makan Sup Daging Anjing

Kebijakan itu berbanding terbalik dengan langkah Korea Selatan. Pada 2024, negara tersebut mengesahkan undang-undang yang melarang pembiakan, penyembelihan, distribusi, dan penjualan anjing untuk dikonsumsi.

Undang-undang tersebut memberikan masa transisi selama tiga tahun hingga Februari 2027. Setelah masa itu berakhir, pelanggar dapat dijatuhi hukuman maksimal tiga tahun penjara atau denda hingga 30 juta won.

Sejak 27 Juli, Pyongyang mengalami serangkaian malam tropis, yakni kondisi ketika suhu pada malam hari tidak turun di bawah 25 derajat Celsius.

Korean Central Broadcasting Station pada Senin (3/8) melaporkan bahwa peringatan cuaca panas menyengat akan tetap berlaku hingga Minggu (9/8) di sebagian besar wilayah selatan kawasan tengah Korea Utara, serta di sejumlah daerah di bagian utara.

Suhu maksimum pada siang hari diperkirakan mencapai 33 hingga 35 derajat Celsius, dengan rata-rata kelembapan relatif lebih dari 70 persen.

Peringatan suhu tinggi secara terpisah diberlakukan hingga Sabtu di Pyongyang, Provinsi Pyongan Utara, sebagian Provinsi Jagang, serta sejumlah wilayah tengah dan selatan. Suhu di daerah-daerah tersebut diperkirakan berkisar antara 35 hingga 40 derajat Celsius.

Di seberang perbatasan, Korea Selatan juga tengah menghadapi salah satu gelombang panas terparah dalam beberapa dekade terakhir.

Cuaca ekstrem yang baru-baru ini mendorong suhu di sejumlah wilayah tenggara Korea Selatan hingga melampaui 40 derajat Celsius kini bergerak menuju kawasan metropolitan Seoul.

Para prakirawan cuaca mengatakan Topan Dolphin, yang bergerak menuju Jepang, kemungkinan justru akan memperparah cuaca panas, bukan membawa kesejukan.

Menurut para ahli meteorologi, pergerakan topan itu akan tertahan oleh dua kubah panas kuat yang mengelilingi Semenanjung Korea. Kondisi tersebut membuat hanya angin panas dan kering yang mencapai Korea Selatan.

Kim Soo-hyeon, prakirawan cuaca di Badan Meteorologi Korea, mengatakan wilayah barat diperkirakan akan mengalami suhu yang lebih tinggi akibat angin timur yang terus bertiup.

"Ketika Topan Dolphin bergerak ke arah barat dari perairan di utara Guam, angin timur diperkirakan akan terus bertiup. Karena itu, suhu di wilayah barat kemungkinan akan tetap tinggi untuk sementara waktu," kata Kim.