Daftar peringkat dunia tunggal putri BWF: Putri KW turun ke posisi tujuh - ANTARA News Bangka Belitung

Jakarta (ANTARA) - Tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani turun satu tingkat ke peringkat ketujuh dunia dalam daftar terbaru Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang dirilis Selasa.

Putri mengoleksi 72.023 poin, turun dari 76.473 poin pada pekan sebelumnya ketika masih menempati peringkat keenam dunia.

Posisi keenam kini ditempati mantan pemain nomor satu dunia asal Thailand Ratchanok Intanon dengan 74.606 poin.

Perubahan peringkat tersebut terjadi setelah rangkaian Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi, India, yang berakhir Minggu (23/8).

Putri gagal mengulangi pencapaian medali perunggu Kejuaraan Dunia 2025 setelah langkahnya terhenti pada babak 16 besar tahun ini.

Unggulan keenam itu takluk dari wakil Denmark Line Christophersen dua gim langsung 18-21, 17-21 pada Kamis (20/8).

Wang Zhi Yi dari China menempati peringkat kedua dengan 103.989 poin, sedangkan finalis Kejuaraan Dunia Akane Yamaguchi asal Jepang berada di posisi ketiga dengan 102.576 poin.

Chen Yu Fei dan Han Yue melengkapi lima besar dunia, sementara Ratchanok dan Putri masing-masing berada di posisi keenam dan ketujuh.

Putri masih menjadi tunggal putri Indonesia dengan peringkat tertinggi dunia. Posisi terbaik pemain berusia 24 tahun itu sepanjang karier adalah peringkat keenam yang pertama kali dicapainya pada Desember 2025.

Peringkat dunia tunggal putri BWF per 25 Agustus 2026

  1. An Se-young (Korea Selatan) — 121.287 poin
  2. Wang Zhi Yi (China) — 103.989 poin
  3. Akane Yamaguchi (Jepang) — 102.576 poin
  4. Chen Yu Fei (China) — 86.651 poin
  5. Han Yue (China) — 77.038 poin
  6. Ratchanok Intanon (Thailand) — 74.606 poin
  7. Putri Kusuma Wardani (Indonesia) — 72.023 poin
  8. Pornpawee Chochuwong (Thailand) — 69.027 poin
  9. Tomoka Miyazaki (Jepang) — 68.106 poin
  10. Pusarla V. Sindhu (India) — 65.401 poin

Pewarta: Muhammad Ramdan
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.