Damkar Bandarlampung lakukan patroli di wilayah berpotensi karhutla

Damkar Bandarlampung lakukan patroli di wilayah berpotensi karhutla

Senin, 13 Juli 2026 17:49 WIB

Image Print

Ilustrasi: Petugas Pemadam Kebakaran Kota Bandarlampung sedang melakukan pemadaman api di sebuah lahan yang terbakar. ANTARA/HO-Damkarmat Bandarlampung

Menghadapi potensi meningkatnya kebakaran lahan pada musim kemarau, kami telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, salah satunya melakukan patroli rutin di daerah rawan karhutla

Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bandarlampung melaksanakan patroli rutin di daerah berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebagai bentuk antisipasi pada musim kemarau ini.

"Menghadapi potensi meningkatnya kebakaran lahan pada musim kemarau, kami telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, salah satunya melakukan patroli rutin di daerah rawan karhutla," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandarlampung, Anthoni Irawan, di Bandarlampung, Senin.

Menurutnya, personel yang melakukan patroli tersebut bertugas untuk segera tanggap serta mendeteksi dini munculnya titik api sehingga kebakaran tidak meluas hingga ke pemukiman warga.

"Apabila ditemukan titik api, petugas akan bergerak cepat melakukan pemadaman agar api tidak meluas dan dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan," katanya.

Selain itu, lanjut dia, Damkarmat Bandarlampung juga selalu memastikan seluruh personel, armada, dan peralatan pemadam kebakaran dalam kondisi siap operasional.

"Dalam mengatasi karhutla, kami melakukan patroli di daerah rawan, menyiapkan peralatan pemadaman, serta memastikan seluruh petugas, peralatan, dan armada selalu siap dioperasikan," ujarnya.

Dia mengungkapkan bahwa pada musim kemarau ini potensi karhutla selalu ada terutama di enam daerah yakni Kecamatan Sukabumi, Panjang, Kedamaian, Kemiling, Telukbetung Timur, dan Telukbetung Barat.

"Kami mencatat sebanyak tiga kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi hingga pertengahan tahun 2026 atau sampai 10 Juli 2026 ini," kata dia.

Dia pun mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membuang puntung rokok sembarangan di area yang berpotensi memicu kebakaran, terutama selama musim kemarau.

"Kami harap masyarakat juga sadar agar tidak membuka lahan dengan cara membakar atau kalau sedang membakar sampah selalu dilihat dan diperhatikan apinya mengingat saat ini angin juga sedang kencang," katanya.

Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.