ILUSTRASI. BPD Bank Nagari Daerah Padang (NULL/NULL)
Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana pemerintah daerah (pemda) Sumatera Barat (Sumbar) yang ditempatkan di PT Bank Nagari meningkat signifikan hingga semester I-2026.
Kenaikan tersebut turut mendorong kontribusi dana pemda terhadap total dana pihak ketiga (DPK) Bank Nagari menjadi sekitar 20%.
Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra mengatakan, dana pemda yang ditempatkan di Bank Nagari tumbuh cukup signifikan secara tahunan (year on year/YoY) hingga semester I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Belanja Pemda Masih Rendah, Dana Pemda di BPD Beragam
Menurut Gusti, peningkatan tersebut salah satunya dipengaruhi relaksasi efektivitas transfer ke daerah (TKD) yang diberikan pemerintah pusat kepada tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Relaksasi tersebut diberikan karena ketiga provinsi masih berada dalam proses rekonsiliasi dan rekonstruksi pascabencana banjir dan longsor.
"Dana pemda di Sumbar yang ditempatkan di Bank Nagari sampai semester I 2026 bertumbuh cukup signifikan YoY dari periode yang sama tahun 2025," ujar Gusti kepada Kontan.co.id, Selasa (25/8).
Peningkatan dana tersebut turut mengerek kontribusi dana pemda terhadap total DPK Bank Nagari.
Pada semester I-2025, porsi DPK yang berasal dari pemda terhadap total DPK Bank Nagari sekitar 12,5%. Sementara hingga Juni 2026, porsinya telah meningkat menjadi sekitar 20%.
Gusti menjelaskan, kenaikan porsi dana pemda tidak hanya disebabkan oleh peningkatan nominal dana yang ditempatkan pemerintah daerah.
Bank Nagari juga secara bertahap mengurangi deposito nonpemda yang memiliki biaya dana relatif tinggi.
"Di samping karena volume dana pemda yang meningkat, namun juga bagian dari strategi Bank Nagari secara bertahap melepas deposito nonpemda yang berbiaya relatif mahal dalam rangka memperbaiki cost of fund Bank Nagari," jelasnya.
Baca Juga: DPK Valas Perbankan Melambat, Ekonom Soroti Kebutuhan Dolar Korporasi
Mayoritas Dana Pemda Berupa Giro
Gusti mengatakan, sebagian besar dana pemda yang ditempatkan di Bank Nagari berada dalam instrumen giro. Dana tersebut termasuk dalam kategori dana murah atau current account saving account (CASA).
Komposisi tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap kemampuan Bank Nagari dalam menyalurkan kredit dan pembiayaan, baik untuk sektor produktif maupun konsumtif.
"Karena sebagian besar dana pemda diletakkan di instrumen giro yang termasuk CASA maka tentunya hal tersebut sangat meningkatkan daya dukung dan daya saing Bank Nagari dalam menyalurkan kredit dan pembiayaan, baik produktif ataupun konsumtif," katanya.
Di sisi lain, Gusti menilai tidak terdapat kendala berarti yang menyebabkan pemerintah daerah menunda realisasi belanja.
Menurutnya, pola penyerapan anggaran pemerintah daerah memang cenderung lebih tinggi pada semester II setiap tahunnya.
Baca Juga: Multifinance Dukung Pembiayaan Motor Listrik Lebih Terjangkau, Ini Catatannya
"Sepengetahuan kami tidak ada kendala berarti di pemda dalam mempercepat dan meningkatkan belanja. Ini hanya soal proses yang sedang berlangsung, di mana polanya setiap tahun akan lebih berpacu penyerapan anggaran ini di semester II," ujarnya.
Karena itu, Bank Nagari optimistis penyerapan belanja pemda di Sumbar akan semakin cepat pada semester II-2026.
Percepatan tersebut diharapkan dapat mendukung realisasi berbagai program unggulan pemerintah daerah, termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, pencapaian target pendapatan asli daerah (PAD), serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sumbar.
"Kami yakin teman-teman di Pemda akan lebih cepat merealisasikan belanja pada semester ini, dalam rangka merealisasikan program-program unggulan, rehab rekon pascabencana dan mengejar target PAD serta memacu pertumbuhan ekonomi," pungkas Gusti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tag
- Bank Nagari
- Pemda
- dana pemda
- transfer dana ke dana
- Dana Kelolaan Reksa Dana