Danantara benahi bertahap beban keuangan KAI dan WIKA

Danantara benahi bertahap beban keuangan KAI dan WIKA

Jumat, 31 Juli 2026 19:41 WIB

Image Print

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)

Jakarta (ANTARA) - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria memastikan beban keuangan yang ditanggung PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Wijaya Karya (Persero) (WIKA) terkait proyek PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan diselesaikan secara bertahap sebagai bagian dari penataan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dony mengatakan persoalan tersebut merupakan bagian dari berbagai permasalahan yang telah ada sebelum pembentukan Danantara. Karena itu, penyelesaiannya dilakukan secara bertahap mengingat banyaknya persoalan yang harus dibenahi di lingkungan BUMN.

"Kami yang sekarang ini sebenarnya sedang menyelesaikan problem-problem yang ada. Problem-problem ini kan sudah ada sebelumnya. Dengan dimensi yang luar biasa besarnya kan. Nah tentu energinya juga terbatas, satu-satu harus diberesin, ini belum selesai," ujar Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan Danantara saat ini tidak hanya menangani persoalan yang dihadapi KAI dan WIKA, tetapi juga berbagai persoalan lain di sejumlah BUMN.

Menurutnya, berbagai permasalahan tersebut merupakan warisan yang harus dibereskan secara bertahap dengan mempertimbangkan keterbatasan waktu dan sumber daya.

"Satu-satu harus diberesin. Ini belum selesai, masih banyak. Tentu kemarin juga lihat Pos (PT Pos), masih punya problem. Kemarin problem Adhi Properti. Itu masih satu-satu diberesin. Itu kan peninggalan-peninggalan yang harus dibereskan pada saat ini," katanya.

Menanggapi beban keuangan WIKA akibat keterlibatannya dalam proyek KCIC, Dony mengakui perusahaan konstruksi pelat merah tersebut memang masih menghadapi tekanan.

Meski demikian, Dony menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut.

"Ini menjadi beban buat mereka, tapi kan pada akhirnya harus kita selesaikan, nggak mungkin kita diamkan. Jadi saya hanya berupaya menyelesaikan satu per satu. Bagaimana kemudian ini semuanya menjadi proper dan benar," terang Dony.

Pewarta : Maria Cicilia Galuh Prayudhia / Fathur Rochman
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026