Desil 1 sampai 10 Artinya Apa? Kenali Kategori Kesejahteraan Keluarga

Liputan6.com, Jakarta - Istilah desil semakin sering muncul dalam pembahasan bantuan sosial (bansos). Terbaru, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) akan dibatasi dengan menggunakan acuan desil.

Desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk memetakan kondisi masyarakat.

Dalam sistem desil, masyarakat dibagi menjadi 10 kelompok, mulai dari desil 1 hingga desil 10. Setiap kelompok secara umum mewakili sekitar 10% keluarga berdasarkan peringkat kesejahteraannya.

Semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi kesejahteraan keluarga. Sebaliknya, semakin besar angka desil, semakin tinggi tingkat kesejahteraannya.

Dengan demikian, desil 1 merupakan kelompok 10% keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok 10% keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Namun, penentuan desil tidak hanya melihat penghasilan keluarga. Pemerintah menggunakan sejumlah indikator sosial dan ekonomi untuk menentukan posisi suatu keluarga.

Dikutip dari Antara, Senin (17/8/2026), data Cek Bansos Kementerian Sosial (Kemensos) mencakup variabel seperti pekerjaan, pendidikan, kondisi tempat tinggal, daya listrik, hingga kepemilikan aset.

Karena itu, penghasilan tertentu tidak otomatis membuat seseorang masuk ke desil tertentu. Kondisi sosial dan ekonomi keluarga secara keseluruhan turut diperhitungkan.

Data desil saat ini menjadi bagian dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang digunakan pemerintah sebagai salah satu basis dalam menentukan sasaran program perlindungan sosial.

Arti Desil 1 hingga 10

Cara Cek Bansos dari HP

Perbesar

Ilustrasi cara cek bansos Kemensos lewat HP. (Liputan6.com/Nafiysul Qodar)

Desil 1: 10% keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

Desil 2: Kelompok keluarga dengan tingkat kesejahteraan rendah.

Desil 3: Kelompok dengan tingkat kesejahteraan lebih tinggi dibandingkan desil 1 dan 2, tetapi masih dapat menjadi sasaran bantuan tertentu.

Desil 4: Termasuk kelompok 40% keluarga dengan tingkat kesejahteraan terbawah.

Desil 5: Berada di kelompok tengah dalam pemeringkatan kesejahteraan.

Desil 6: Memiliki tingkat kesejahteraan lebih tinggi dibandingkan lima desil sebelumnya.

Desil 7: Menunjukkan posisi kesejahteraan yang lebih tinggi dalam pemeringkatan.

Desil 8: Berada dalam kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif lebih tinggi.

Desil 9: Termasuk kelompok keluarga dengan tingkat kesejahteraan tinggi.

Desil 10: Merupakan 10% keluarga dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.

Pembagian tersebut tidak berarti angka desil dapat digunakan untuk menilai kondisi ekonomi seseorang hanya berdasarkan satu indikator.

Pemerintah menggunakan berbagai variabel sosial dan ekonomi dalam menentukan peringkat kesejahteraan keluarga.

Desil dan Bansos

Pemerintah Salurkan Bantuan Pangan Non Tunai Beras 20 Kilogram

Perbesar

Pemerintah melalui Perum Bulog kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) BPNT berupa beras kepada Penerima Bantuan Pangan (PBP) hingga akhir Juli 2025. (merdeka.com/Arie Basuki)

Desil menjadi salah satu dasar yang digunakan pemerintah dalam menentukan sasaran program bantuan sosial.

Berdasarkan data Cek Bansos Kemensos, desil 1 sampai desil 4 dapat diusulkan sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan program sembako.

Sementara itu, desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).

Adapun desil 6 hingga desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan yang semakin tinggi.

Meski demikian, masyarakat perlu memahami bahwa desil bukan tiket otomatis untuk mendapatkan bansos. Setiap program memiliki kriteria dan mekanisme penetapan penerima masing-masing.

Artinya, seseorang yang berada dalam desil tertentu belum tentu otomatis mendapatkan seluruh jenis bantuan sosial.

Desil Bisa Berubah

Peringkat desil tidak bersifat permanen. Kondisi sosial dan ekonomi keluarga dapat berubah sehingga posisi desil juga dapat mengalami perubahan.

Perubahan pekerjaan, kondisi tempat tinggal, daya listrik, kepemilikan aset, pendidikan, maupun faktor sosial ekonomi lainnya dapat memengaruhi pembaruan data.

Masyarakat yang merasa data desilnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dapat melakukan pembaruan melalui mekanisme yang disediakan pemerintah.

Data tersebut kemudian dapat dihitung kembali sesuai dengan kondisi terbaru.

Karena itu, hasil pengecekan desil pada suatu waktu belum tentu sama dengan hasil pengecekan pada periode berikutnya.

Dengan memahami arti desil 1 hingga 10, masyarakat dapat mengetahui posisi kesejahteraan dalam data pemerintah sekaligus memahami bagaimana data tersebut digunakan dalam penentuan sasaran program perlindungan sosial.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6