Dhinda taklukkan keraguan untuk tembus babak utama Taipei Open 2026

Dhinda taklukkan keraguan untuk tembus babak utama Taipei Open 2026

Selasa, 28 Juli 2026 19:54 WIB

Image Print

Arsip - Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi pada final Indonesia Masters II Super 100 2024 di Jatim International Expo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (3/11/2024). ANTARA FOTO/Rizal Hanafi/tom.

Jakarta (ANTARA) - Tunggal putri Indonesia Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi mengatasi rasa takut dan keraguan terhadap dirinya sendiri untuk merebut tiket babak utama Super 300 Taipei Open 2026 di Taipei Arena, Taiwan, Selasa.

Dhinda memastikan tempat pada babak utama setelah mengalahkan wakil Malaysia Kisona Selvaduray dua gim langsung dengan skor 21-10, 21-18 pada final kualifikasi.

“Hari ini saya mencoba lebih yakin dengan diri sendiri, yakin dengan kemampuan karena secara persiapan sudah lumayan baik,” kata Dhinda melalui keterangan resmi PBSI setelah laga.

Dhinda mengawali perjuangannya dengan menundukkan wakil tuan rumah Lee Yu-Hsuan 21-14, 21-5 pada pertandingan pertama kualifikasi.

Tidak lama berselang, Dhinda harus kembali turun ke lapangan untuk menghadapi Kisona dalam pertandingan penentu menuju babak utama.

Meski harus menjalani dua pertandingan dalam satu hari, Dhinda tetap tampil meyakinkan. Ia mendominasi gim pertama melawan Kisona dan hanya memberikan 10 angka kepada lawannya.

Perlawanan lebih ketat diberikan Kisona pada gim kedua. Namun, Dhinda mampu menjaga ketenangan pada poin-poin akhir untuk menutup pertandingan dengan kemenangan 21-18.

Dua kemenangan tersebut menjadi hasil penting bagi Dhinda yang mengakui belum memperoleh hasil memuaskan dalam sejumlah turnamen sebelumnya.

“Hasil di beberapa pertandingan sebelumnya kurang bagus, jadi saya mau fokus satu per satu di sini. Menguatkan semua hal untuk meningkatkan rasa ingin menang,” ujar Dhinda.

Dhinda mengungkapkan sempat diliputi rasa takut ketika akan memulai pertandingan setelah cukup lama tidak tampil dalam turnamen.

Menurut dia, rasa takut tersebut bukan muncul karena kualitas lawan, melainkan kekhawatiran tidak mampu menampilkan permainan terbaiknya.

“Pasti tadi turun ke lapangan ada rasa takut setelah lama tidak bertanding. Bukan takut pada lawan, tetapi lebih ke diri sendiri, takut tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik,” kata Dhinda.

Dukungan pelatih kemudian membantu Dhinda mengatasi keraguan tersebut dan kembali mempercayai kemampuannya.

“Tetapi pelatih meyakinkan bahwa saya bisa, jadi tadi mencoba melakukan yang terbaik,” ujar dia melanjutkan.

Keberhasilan melewati dua pertandingan kualifikasi membawa Dhinda bergabung dengan Thalita Ramadhani Wiryawan sebagai wakil Indonesia pada babak utama tunggal putri.

Dhinda tidak ingin sekadar melengkapi jumlah wakil Merah Putih. Ia memasang target menembus semifinal Taipei Open 2026.

“Target pertama ingin masuk semifinal dulu,” kata Dhinda.

Pewarta : Muhammad Ramdan
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026