Di Tengah Tren Wait and See, Marketing Sales CBDK Tembus Rp231 Miliar pada Semester I 2026

AKURAT.CO Ketidakpastian ekonomi dan tingginya suku bunga membuat banyak konsumen maupun investor memilih menunda pembelian properti sepanjang semester pertama 2026.

Namun kondisi tersebut belum menggerus penjualan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK).

Perusahaan pengembang kawasan CBD PIK2 itu membukukan marketing sales sebesar Rp231 miliar hingga Juni 2026.

Angka tersebut setara sekitar 41 persen dari target marketing sales sepanjang tahun ini, sekaligus menunjukkan permintaan terhadap produk di kawasan PIK2 masih tetap terjaga di tengah tren pasar yang cenderung bersikap wait and see.

Kontributor terbesar penjualan berasal dari kaveling tanah komersial di kawasan CBD PIK2. Sementara itu, produk komersial dan residensial seperti Bizpark PIK2, Rukan Asia Afrika, serta Rumah Milenial juga turut menopang capaian tersebut.

Kinerja tersebut dinilai mencerminkan masih kuatnya kepercayaan pasar terhadap prospek kawasan PIK2 sebagai kawasan terintegrasi yang terus berkembang, baik bagi masyarakat, pelaku usaha, maupun investor.

Seiring bertambahnya aktivitas ekonomi, aksesibilitas yang semakin baik serta meningkatnya mobilitas pengunjung juga menjadi faktor yang menjaga minat pasar terhadap kawasan tersebut.

Presiden Direktur CBDK Steven Kusumo mengatakan capaian marketing sales pada semester pertama masih berada dalam jalur yang sesuai dengan ekspektasi perusahaan, meskipun kondisi pasar properti belum sepenuhnya pulih.

“Di tengah dinamika pasar yang masih menantang, kinerja marketing sales Perseroan tetap berada dalam jalur yang sesuai dengan ekspektasi,” ujar Steven, Jumat (31/7/2026).

“Permintaan terhadap produk dan proyek yang kami kembangkan di kawasan PIK2 menunjukkan ketahanan, didukung oleh perkembangan kawasan yang terus berjalan serta ekosistem bisnis yang semakin lengkap,” lanjut dia.

Baca Juga: Produk Cimory Tetap Laku di Tengah Lesunya Daya Beli, Laba Tembus Rp1,17 Triliun di Semester I-2026