Jakarta -
Seorang pejabat senior Federal Emergency Management Agency (FEMA) diberhentikan awal tahun lalu karena tweet Elon Musk. Kini, ia berupaya membersihkan nama baiknya.
Bos SpaceX itu menyalahkannya karena mengizinkan pembayaran kepada Pemerintah Kota New York untuk menampung para imigran. Padahal, tindakan itu menurutnya telah disetujui oleh seorang staf layanan Department of Government Efficiency (DOGE) yang dipimpin Elon Musk.
Melansir The Washington Post, pada awal Februari tahun lalu, Musk mengunggah pernyataan di X bahwa DOGE mengetahui FEMA telah mengirimkan dana sebesar USD 59 juta ke hotel-hotel mewah di New York City untuk menampung migran ilegal. Ia menyebut pembayaran tersebut melanggar hukum dan merupakan pembangkangan berat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Musk juga menyebarluaskan nama dan foto mantan kepala keuangan FEMA, Mary Comans, dalam sebuah unggahan. Dia menuduhnya telah melakukan 'tindakan kriminal'.
Namun bulan lalu, seorang hakim memutuskan pemerintahan Trump memecat Comans secara tidak sah pada Februari 2025.
Sebagai bagian putusan Hakim Distrik AS Michael S. Nachmanoff (yang saat ini sedang diajukan banding oleh pemerintah) Comans kini berhak atas sidang pemulihan nama baik setelah diserang dan informasi pribadinya disebarluaskan di media sosial. Tak cuma oleh Musk, melainkan sejumlah tokoh berpengaruh dari kalangan konservatif.
Pada hari Selasa, kuasa hukum Comans mengajukan pernyataan baru yang menjelaskan klien mereka tidak memiliki peran dalam menyetujui pembayaran yang dimaksud.
Pernyataan tersebut juga mengungkapkan beberapa hari sebelum pemecatannya, seorang pejabat DOGE secara eksplisit mendukung keputusan FEMA untuk terus menyalurkan dana kepada pemerintah negara bagian dan pemerintah daerah.
Dipecat mendadak
Pada hari pertama masa jabatannya, Presiden Donald Trump memerintahkan berbagai instansi meninjau pendanaan federal bagi organisasi non pemerintah yang menyediakan layanan imigran, serta menangguhkan pembayaran selama proses itu.
Menteri Keamanan Dalam Negeri (DHS) Kristi L. Noem kemudian menginstruksikan departemennya untuk menghentikan pembayaran hibah terkait imigrasi tertentu kepada organisasi nirlaba.
Kepala penasihat hukum FEMA meminta arahan dari DHS mengenai apakah pembekuan tersebut hanya berlaku bagi organisasi non-pemerintah atau juga mencakup seluruh penerima dana dari Shelter and Services Program.
Dalam rapat pada bulan Februari, para pejabat FEMA menyampaikan kekhawatiran terkait adanya putusan pengadilan, serta menyatakan kepada DOGE bahwa pembayaran harus segera dilanjutkan.
Keesokan harinya, kantor hibah FEMA (bukan Comans) menyetujui pembayaran untuk Kota New York dan Colorado, menurut informasi salah satu pejabat FEMA.
Beberapa hari kemudian, perwakilan DOGE bertemu pejabat FEMA dan DHS untuk membahas hibah tersebut. Berdasarkan keterangan Comans, seorang staf DOGE bernama Brad Smith menanyakan apakah pembayaran kepada organisasi nirlaba telah dihentikan, dan ia mendapat konfirmasi pembayaran memang disetop.
Akan tetapi 9 Februari, seorang pejabat DOGE di Departemen Keuangan menandai pembayaran untuk wilayah New York tersebut. Pejabat DOGE menduga pembayaran itu melanggar arahan Trump dan Noem. Keesokan harinya, Musk mulai mengunggah hal tersebut di X.
Comans kemudian ditugaskan untuk membantu memulihkan dana tersebut. Dokumen laporannya menyebutkan ia berkoordinasi dengan Departemen Keuangan dan pihak bank untuk mengembalikan dana sekitar USD 80 juta. Malam harinya ia melaporkan dana tersebut sedang dikirim kembali.
Dari dokumen tersebut tertulis penjabat administrator FEMA menyampaikan terima kasih kepadanya atas kinerjanya. Keesokan paginya, 11 Februari, Comans diberitahu telah dipecat. Bahkan, ia hanya diberi waktu sekitar 15 menit untuk meninggalkan gedung.
Meskipun surat pemberhentiannya tidak mencantumkan alasan pemecatan, DHS secara terbuka mengumumkan bahwa ia dipecat karena 'melangkahi pimpinan untuk secara sepihak melakukan pembayaran bernilai sangat besar bagi hotel mewah di NYC untuk para migran'.
Menurut dokumen tersebut, Corey Lewandowski (yang saat itu penasihat utama Noem sekaligus pegawai pemerintah khusus) memberikan informasi kepada aktivis konservatif Laura Loomer.
Informasi ini mendorong Loomer untuk menyebarluaskan nama Comans dan menuduhnya mendanai biaya hotel secara ilegal yang melanggar perintah eksekutif Trump. Baik Loomer maupun Musk belum menanggapi permintaan komentar dari The Washington Post.
(ask/afr)
TAGS
LIHAT LAINNYA