Surabaya (ANTARA) - Direktur Pemberitaan Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Virgandhi Prayudantoro mendorong biro Jawa Timur untuk memperkuat liputan berdampak melalui pemberitaan mendalam, penyediaan konteks, dan deteksi persoalan publik.
"Biro daerah tidak lagi hanya menunggu undangan atau agenda. Kita harus aktif menemukan persoalan masyarakat, menjadi simpul verifikasi informasi, serta menghasilkan berita yang memberi manfaat dan konteks," kata Virgandhi Prayudantoro saat kunjungan ke ANTARA Biro Jawa Timur di Surabaya, Sabtu.
Ia mengatakan biro daerah perlu bertransformasi dari sekadar pelapor peristiwa menjadi pendeteksi isu publik yang mampu menghadirkan informasi bermanfaat dan memberikan konteks kepada masyarakat.
"Satu isu jangan berhenti pada satu berita. Kembangkan dari aspek kebijakan, pelaksanaan, dampak bagi penerima manfaat, kendala, hingga inovasi atau perbandingan dengan daerah lain agar liputan lebih kaya dan berdampak," ujarnya. Menurut dia, berita pelayanan publik juga harus memiliki konteks, data yang dapat diverifikasi, sedikitnya dua narasumber, suara masyarakat, serta penjelasan mengenai manfaat dan kendala, sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi pembaca.
"Komposisi liputan harus lebih banyak berupa liputan mendalam daripada berita seremoni. Fokus kita juga mendukung isu strategis nasional, mulai dari ketahanan pangan, ketahanan energi, hingga ketahanan sumber daya manusia," katanya.
Selain itu, Virgandhi mendorong ANTARA Biro Jatim mengangkat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pariwisata tidak hanya sebatas promosi, melainkan mengulas rantai nilai, digitalisasi, perizinan, dan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Ia juga menegaskan pelanggan media tetap menjadi prioritas, sementara media sosial dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan melalui konten visual dan multimedia.
Di sisi komersial, ANTARA Biro Jatim diminta memperkuat pemetaan pelanggan, menawarkan produk yang terstandar, serta tetap menjaga pemisahan fungsi jurnalistik dan bisnis.
Pewarta: Willi Irawan
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.