Disdikbud Belitung ajak siswa tonton video dokumenter H. AS Hanandjoeddin - ANTARA News Bangka Belitung

Belitung (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengajak seluruh siswa jenjang TK, SD, hingga SMP di daerah itu untuk menonton video dokumenter sejarah perjuangan H. AS Hanandjoeddin, guna mendukung pengusulan kembali tokoh tersebut sebagai Pahlawan Nasional.

‎"Kami mengajak para siswa untuk menonton video dokumenter H. AS Hanandjoeddin sebagai bentuk dukungan pengusulan kembali H. AS Hanandjoeddin sebagai Pahlawan Nasional Tahun 2026," kata Kepala Disdikbud Belitung, Tomy Wardiansyah di Tanjungpandan, Selasa.

‎Menurutnya, ajakan tersebut disampaikan melalui instruksi resmi yang ditujukan kepada seluruh Kepala Satuan Pendidikan negeri maupun swasta di wilayah Kabupaten Belitung.

‎Disampaikan, langkah ini merupakan tindak lanjut dari surat Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kabupaten Belitung Nomor: 016/TP2GD-BLTG/VII/2026 tanggal 22 Juli 2026.

‎"Kami menginstruksikan kepada seluruh satuan pendidikan untuk mengimbau para siswa dan siswi agar menonton video sejarah singkat perjuangan H.AS Hanandjoeddin di YouTube," ujarnya.

‎Ia menjelaskan, selain menyaksikan tayangan sejarah tersebut, para siswa juga diharapkan memberikan dukungan nyata dengan memberikan like dan tanggapan positif pada kolom komentar saluran YouTube yang disediakan.

‎Tomi menegaskan, partisipasi aktif dari para pelajar dan elemen sekolah ini menjadi salah satu bentuk nyata dukungan serta kebanggaan masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terhadap jasa dan perjuangan calon Pahlawan Nasional H.AS Hanandjoeddin.

‎"kami sangat berharap semoga melalui upaya dan dukungan ini tokoh pejuang asal Belitung yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Belitung yakni H. AS Hanandjoeddin dapat ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional," katanya.

Pewarta: Apriliansyah
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.