Garut (ANTARA) - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Garut, Jawa Barat, memusnahkan 13.849 keping kartu tanda penduduk (KTP) elektronik yang kondisinya rusak dan ada perubahan data dengan cara dibakar untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan KTP tersebut.
"Pemusnahan blangko KTP bekas yang ditarik dari warga masyarakat karena penggantian, karena sudah rusak, kemudian karena perubahan elemen data," kata Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk pada Disdukcapil Kabupaten Garut, Efran Brando di sela-sela pemusnahan KTP rusak di Garut, Kamis.
Ia menuturkan, seluruh KTP tersebut dibakar dengan disaksikan bersama jajaran Disdukcapil Garut untuk memastikan kondisinya sudah menjadi abu dan tidak bisa lagi untuk digunakan.
Pemusnahan tersebut, lanjut dia, dilakukan sebagai langkah menjaga keamanan dokumen kependudukan, dan mencegah potensi penyalahgunaan identitas masyarakat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Ia menegaskan, penarikan dan pemusnahan fisik KTP-elektronik tersebut mengacu pada instruksi teknis Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia dalam rangka menjaga tertib administrasi kependudukan.
"Jadi, sebagai bagian dari amanat Kemendagri untuk menjaga dokumen supaya tidak disalahgunakan, perintahnya dimusnahkan," katanya.
Ia menyampaikan, seluruh dokumen yang dimusnahkan itu hasil penarikan langsung dari masyarakat yang meminta penggantian karena rusak, dan juga adanya perubahan data diri masyarakat.
Tercatat, kata dia, dari 13.849 KTP-elektronik itu terdiri dari 2.316 KTP kondisi rusak seperti buram dan sebagainya, serta 11.533 KTP akibat perubahan elemen data, seperti perubahan status, alamat, atau data pribadi lainnya.
"Jadi, sebagian masyarakat ada yang KTP-nya sudah jelek, jadi minta diganti yang baru. Jadi, KTP yang rusaknya, yang lama kita tarik," katanya.
Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.