Diskominfo Kotim dorong UMKM naik kelas melalui digitalisasi
Selasa, 28 Juli 2026 03:59 WIB
Kepala Diskominfo Kotim Cok Orda Putra Legawa. ANTARA/Devita Maulina
Sampit (ANTARA) - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pemasaran.
“Kondisi saat ini memang mengharuskan kita tidak bisa menghindari perkembangan zaman, salah satunya digitalisasi yang telah merambah seluruh sektor, termasuk UMKM,” kata Kepala Diskominfo Kotim Cok Orda Putra Legawa di Sampit, Senin.
Ia menjelaskan digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan agar pelaku UMKM mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Pemanfaatan teknologi dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas produk, produktivitas, hingga memperluas jangkauan pemasaran.
Hal ini juga dapat memperkuat peran sebagai penggerak ekonomi daerah di tengah perkembangan era digital. Mengingat, hasil riset menunjukkan pasca pandemi COVID-19, sekitar 85 persen UMKM mampu bertahan dan menjadi tulang punggung penggerak ekonomi daerah maupun nasional.
Untuk itu, Diskominfo Kotim berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) untuk mendorong UMKM lokal naik kelas melalui penguatan ekosistem digital.
"Pemanfaatan digitalisasi menjadi salah satu upaya agar produk lokal dapat berkembang, mulai dari peningkatan produksi, pemasaran hingga memperluas target pasar. Kami ingin UMKM Kotim semakin dikenal dan mampu bersaing," ujarnya.
Cok Orda menuturkan peningkatan kapasitas UMKM tidak hanya menyasar aspek pemasaran, tetapi juga kualitas sumber daya manusia agar mampu mengikuti perkembangan teknologi.
Diskominfo mengambil peran melalui penguatan literasi digital bagi pelaku UMKM. Langkah itu dilakukan dengan menggandeng berbagai perangkat daerah untuk memperluas pembinaan sekaligus mempromosikan produk lokal melalui konsep city branding.
“Kami ingin masyarakat semakin mengenal produk-produk unggulan Kotim. Salah satu caranya melalui penguatan literasi digital dan promosi berbasis teknologi sehingga produk lokal memiliki daya saing lebih tinggi,” ujarnya.
Baca juga: Karhutla sempat sebabkan penerbangan ke Bandara Haji Asan Sampit tertunda
Berdasarkan data 2024, terdapat sekitar 45.500 UMKM di Kotim yang memiliki legalitas usaha. Ke depan, Diskominfo juga akan memperluas kolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan pelaku UMKM agar mampu memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas usaha.
Program tersebut akan diperkuat melalui Kocerdik atau Kolaborasi Cerdas Digital, yang merupakan tindak lanjut hasil Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PIM II). Melalui program itu, kader-kader digital disiapkan untuk mempercepat penetrasi digitalisasi hingga ke tingkat desa.
“Nantinya kader digital akan membantu mengakselerasi digitalisasi sampai ke desa-desa. Salah satu target utama kami adalah meningkatkan kapasitas UMKM lokal agar benar-benar bisa naik kelas,” lanjutnya.
Cok Orda menambahkan, sosialisasi program telah dilakukan di tingkat kecamatan. Selanjutnya, Diskominfo bersama DKUKMPP akan melibatkan Duta UMKM yang telah dipilih untuk mendampingi pelaku usaha dalam mempromosikan produk serta memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran.
Pelatihan digitalisasi yang disiapkan pemerintah daerah akan diberikan tanpa membebani pelaku usaha, termasuk pedagang di Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) maupun pelaku UMKM lainnya yang selama ini terkendala biaya mengikuti pelatihan.
“Kami akan berupaya memfasilitasi pelatihan secara gratis tanpa pungutan biaya. Ini merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah agar UMKM dapat naik kelas melalui pemanfaatan digitalisasi,” katanya.
Diskominfo saat ini menunggu kesiapan koordinasi dengan perangkat daerah terkait sebelum pelaksanaan pelatihan. Program tersebut ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun ini dengan konsep yang sederhana dan mudah diikuti, sehingga semakin banyak pelaku UMKM memperoleh manfaat.
“Pelatihannya tidak perlu dibuat rumit atau terlalu formal. Yang penting dapat menampung kebutuhan pelaku UMKM. Diskominfo siap berkontribusi sebagai narasumber untuk memberikan pelatihan dan kami upayakan dapat dilaksanakan tahun ini,” demikian Cok Orda.
Baca juga: Hasil reses DPRD perkuat arah pembangunan Kotim
Baca juga: Komisi II DPRD Kotim panggil PLN minta penjelasan terulangnya pemadaman bergilir
Baca juga: PT Hutan Sawit Lestari libatkan akademisi dalam penyusunan PKB Ketenagakerjaan
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.