Diskominfo Staper Kutim tingkatkan akses telekomunikasi di daerah pelosok - ANTARA News Kalimantan Timur

Sangatta (ANTARA) - Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus meningkatkan jaringan telekomunikasi di daerah terdalam.

“Dari tahun 2024 lalu, kami sudah mengusulkan pembangunan jaringan di lima wilayah. Dua wilayah saat ini sudah terealisasi,” ucap Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar, di Sangatta, Selasa (1/9).

Dari jumlah tersebut, dua desa telah mendapatkan jaringan, yakni Desa Bukit Makmur, Kecamatan Kaliorang, dan Desa Melan, Kecamatan Long Mesangat.

Ronny mengatakan realisasi pembangunan jaringan di dua desa tersebut merupakan bagian dari usulan yang telah diajukan pemerintah daerah dari tahun-tahun lalu.

Selain dua desa yang telah terealisasi, Pemkab Kutim pada 2026 kembali mengusulkan Desa Mugi Rahayu, Kecamatan Batu Ampar, untuk mendapatkan pembangunan jaringan telekomunikasi.

Seluruh usulan tersebut akan dicatat dalam Sistem Informasi Pengajuan Wilayah Pembangunan Telekomunikasi (SIGNAL) milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Lebih lanjut, SIGNAL digunakan pemerintah daerah untuk mengajukan wilayah yang mengalami blankspot atau memiliki kualitas sinyal lemah. Data dalam sistem tersebut menjadi dasar pemantauan status dan tindak lanjut pembangunan infrastruktur telekomunikasi.

“Kami ingin memastikan setiap usulan memiliki kejelasan status dan tindak lanjut, sehingga upaya pengurangan blankspot di Kutai Timur dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” katanya.

Pemkab Kutim terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemangku kepentingan terkait untuk memperluas jaringan, terutama di wilayah terpencil. Pemerataan akses telekomunikasi diharapkan mendukung komunikasi, pelayanan publik, pendidikan, serta aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Ronny mengatakan pembangunan jaringan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi wilayah.

​​​​​​​“Penambahan usulan tersebut dapat mempercepat pengurangan titik blankspot dan meningkatkan akses jaringan bagi masyarakat di pelosok Kutim,” katanya.

Pewarta: Muhammad Hafif Nikolas
Editor : Helti Marini S

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.