Tanjungpandan (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mendampingi para petani lada di daerah itu untuk menerapkan sistem manajemen air secara efisien dalam menghadapi dampak musim kemarau.
Kepala Bidang Perkebunan DKPP Belitung, Tenny Meireni di Tanjungpandan, Senin, mengatakan langkah antisipasi ini perlu dilakukan seiring dengan perkiraan cuaca yang telah disampaikan oleh BMKG musim kemarau di daerah itu diprediksi berlangsung cukup panjang.
"Petani diharapkan dapat melaksanakan manajemen air secara efisien," katanya.
Menurutnya, di tengah kondisi kemarau saat ini kondisi sumber air yang ada cukup terbatas, sehingga para petani disarankan untuk menggunakan air secara hemat.
"Salah satunya dengan memanfaatkan fasilitas pompa air yang ada secara maksimal," ujarnya.
Selain efisiensi air, Tenny juga mengimbau para petani lada untuk mengurangi dosis penggunaan pupuk kimia atau bahkan menghentikannya sementara waktu dan mengutamakan penggunaan pupuk organik.
"Penggunaan pupuk kimia di saat pasokan air terbatas dapat menyerap kandungan air dalam tanaman yang berdampak pada dehidrasi dan kekeringan pada tanaman lada. Penggunaan pupuk organik jauh lebih aman untuk menjaga ketahanan tanaman," ujarnya.
Ia menambahkan, persiapan lain yang disarankan kepada petani adalah menanam tanaman penutup tanah (cover crop) seperti menanam tanaman kacang hias (Arachis Pintoi).
"Tanaman ini sangat baik untuk menjaga kelembaban area kebun lada selama musim kemarau sekaligus memiliki fungsi biologis mengikat nitrogen bebas dari udara," katanya.
Tenny menegaskan, upaya mitigasi ini penting dilakukan mengingat komoditas lada memiliki kontribusi besar bagi ekonomi daerah.
DKPP mencatat produksi lada di Kabupaten Belitung pada tahun 2025 mencapai 3.831 ton.
Sementara itu, harga lada di tingkat produsen atau petani saat ini berada pada angka Rp135.000 per kilogram.
"Dengan penerapan efisiensi air dan perawatan tanah yang tepat, kualitas dan produktivitas lada diharapkan tetap terjaga meski memasuki cuaca kemarau ekstrem," ujarnya.
Pewarta: Kasmono/Apriliansyah
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.