DKUM Depok gandeng pelaku usaha sukses bantu asah mental UMKM - ANTARA News Megapolitan

Depok (ANTARA) - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok Jawa Barat gandeng para pelaku usaha yang telah sukses untuk membantu mengasah mental bersaing  para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) daerah itu untuk bersaing di era digital.

"Tantangan terbesar yang dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) saat ini selain permodalan, perlu juga kesiapan mental untuk berkembang dan bersaing di era digital," kata Sekretaris DKUM Kota Depok, Nelson Da Silva, di Depok, Senin.

Ia mengatakan pihaknya telah menyelenggarakan berbagai pelatihan dan pembinaan dengan menghadirkan pelaku usaha yang telah sukses sebagai narasumber.

Dikatakannya hasil evaluasi menunjukkan persoalan utama bukan hanya terletak pada keterbatasan modal maupun tempat usaha, melainkan mental pelaku UMKM untuk terus maju, berkembang, dan memperbaiki diri.

“Ternyata setelah diteliti, bukan masalah permodalan, bukan masalah tempat, tetapi masalah mental. Mental untuk maju, mental untuk meningkat, mental untuk memperbaiki diri ini yang masih lemah,” katanya.

Ia menjelaskan pihaknya terus berupaya membangun ekosistem yang mendukung perkembangan UMKM melalui penyediaan informasi, pelaksanaan berbagai event, hingga mengikutsertakan pelaku UMKM dalam pameran tingkat provinsi maupun nasional.

Langkah tersebut dilakukan agar pelaku UMKM memiliki wawasan yang lebih luas sekaligus keberanian untuk bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

“Persaingan sekarang tidak mudah, apalagi di era digital. Orang sangat mudah berjualan lewat media sosial. UMKM kita juga harus berani masuk ke sana, tidak bisa hanya diam dan berharap pembeli datang sendiri,” jelasnya.

Selain pembinaan, DKUM juga memberikan berbagai bentuk dukungan, seperti fasilitasi sertifikasi halal serta subsidi bunga pinjaman bagi pelaku UMKM yang mengakses kredit melalui Bank BJB.

Pemkot Depok bahkan menanggung hingga 90 persen bunga pinjaman sebagai bentuk stimulus.

Namun, menurut Nelson, masih banyak pelaku UMKM yang belum bisa memanfaatkan program tersebut karena terkendala persyaratan perbankan, terutama rekam jejak kredit atau BI Checking.

“Programnya sudah kami siapkan, bahkan bunga pinjaman kami bayarkan sampai 90 persen. Tetapi banyak yang gugur saat proses BI Checking. Itu memang menjadi kenyataan yang harus kita hadapi,” katanya.

Karena itu, Nelson mengajak seluruh pelaku UMKM untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, mulai dari meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kemasan, hingga memanfaatkan pemasaran digital agar mampu bersaing dengan produk lain.

Untuk itu pelaku usaha harus memperbaiki diri dan mengikuti perkembangan zaman. Packaging harus menarik, pemasaran juga harus mengikuti tren.

"Kalau kita masih biasa-biasa saja sementara yang lain sudah tampil menarik di media sosial, tentu akan tertinggal. Untuk naik kelas, banyak aspek yang harus dibenahi," katanya.

Pewarta: Feru Lantara
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.