Sungailiat (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyatakan program gerakan aksi sekolah komunikasi dan edukasi tata kelola sampah (Gas Kieta) mampu mengurangi sampah plastik dari sumbernya.
"Saya berkeyakinan program Gas Kieta di satuan pendidikan mampu mengurangi sampah plastik di lingkungan masyarakat karena siswa dari tingkat SD hingga SMP didorong mengumpulkan sampah plastik," kata Kepala DLH Kabupaten Bangka Boy Yandra di Sungailiat, Rabu, menanggapi penerapan program Gas Kieta di sekolah.
Dia menilai melalui program itu menanamkan kesadaran peserta didik mencintai kebersihan lingkungan dan mengajarkan pemilihan sampah dari sumbernya.
"Jika sampah dikelola dengan bijak, tidak hanya berdampak pada terciptanya lingkungan yang bersih, aman, dan sehat, melainkan juga dapat memberikan kontribusi ekonomi," ujar Boy Yandra.
Menurut dia, penanganan sampah menjadi perhatian serius dengan melakukan berbagai kegiatan kerja bakti secara rutin, pengumpulan sampah melibatkan organisasi perempuan termasuk menggandeng pihak swasta.
"Di lapangan petugas kebersihan secara bergilir mengambil sampah dari tempat sementara ke pembuangan akhir yang rata-rata setiap hari mencapai lebih dari 50 ton sampah," kata dia.
Sampah anorganik seperti plastik dan jenis lain yang dikumpulkan dari siswa, kata Boy Yandra, dapat dijual di Bank Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka dengan harga yang sudah ditetapkan.
Untuk sampah jenis plastik, kata dia, DLH membeli terendah sebesar Rp500 per kilogram dan harga tertinggi Rp4.000 per kilogram, seperti jenis plastik tutup galon, sementara sampah kaleng dibeli dengan harga terendah Rp1.500 per kilogram dan harga tertinggi jenis sampah kaleng berbahan aluminium dibeli Rp12.000 per kilogram.
Sedangkan sampah berbahan kertas dibeli dengan harga terendah Rp300 per kilogram dan jenis sampah kertas HVS putih dibeli dengan harga Rp1.400 per kilogram.
Pewarta: Kasmono
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.