Belitung (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menggalakkan program bank sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS 3R) guna mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Gunung Sadai.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Belitung, Mardi Smolik di Tanjungpandan, Kamis mengatakan langkah tersebut diambil sebagai upaya penanganan sampah dari hulu sesuai dengan arahan Kementerian Lingkungan Hidup.
"Kalau kita sekarang diutamakan oleh kementerian untuk pengelolaan sampah dari hulu, untuk sampah-sampah plastik, terutama yang masih bernilai ekonomi, kita sekarang menggalakkan program bank sampah," katanya.
Ia menjelaskan, partisipasi aktif dalam pemilahan sampah dari sumbernya mulai menunjukkan perkembangan positif baik di tingkat dunia usaha maupun pemukiman warga.
"Beberapa perusahaan juga sudah membentuk bank sampah, termasuk yang ada di masyarakat. Dan juga ada TPS 3R. Di beberapa desa itu sudah mulai kita galakkan. Ke depan memang akan kita dorong program-program seperti itu agar mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA kita," ujarnya.
Ia menyebutkan, saat ini volume sampah yang diproduksi masyarakat dan masuk ke TPA Belitung tergolong cukup besar setiap harinya.
"Per hari itu kurang lebih 150 meter kubik, atau setara dengan kurang lebih 50 ton per hari yang masuk ke TPA kita," kata Mardi.
Meski demikian, pihak DLH Belitung memastikan daya tampung area pembuangan saat ini masih dalam kondisi aman untuk beberapa tahun mendatang.
"Masih, kita masih bisa operasional kurang lebih lima tahun lagi. Masih punya waktu lima tahun lagi untuk TPA ini dengan landfill yang lama," ujarnya
Mardi menambahkan bahwa potensi masa pakai TPA tersebut masih dapat diperpanjang dalam jangka waktu yang lebih lama karena tersedianya lahan cadangan.
"Kalau nanti ditambah landfill yang baru, itu akan lebih panjang lagi karena kita masih punya lahan. Untuk daya tampung kita masih memenuhi, masih memenuhi untuk sel yang sekarang," katanya.
Pewarta: Apriliansyah
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.