DLH Gunungkidul targetkan sampah terkelola di tingkat rumah tangga

DLH Gunungkidul targetkan sampah terkelola di tingkat rumah tangga

Jumat, 31 Juli 2026 19:36 WIB

Image Print

Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Kemadang di Kabupaten Gunungkidul. ANTARA/Sutarmi

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menargetkan pengelolaan sampah dapat diselesaikan di tingkat rumah tangga sehingga volume sampah yang didistribusikan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wukirsari maupun Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dapat terus ditekan.

Kepala DLH Gunungkidul Edy Basuki, di Gunungkidul, Jumat, mengatakan pihaknya tengah fokus mengejar target bebas sampah organik di TPA pada Agustus 2026 dengan mengoptimalkan peran TPS3R dan bank sampah.

"Gunungkidul telah memiliki hampir 400 bank sampah dan 21 TPS3R sebagai langkah mitigasi agar masyarakat tidak lagi membuang sampah organik langsung ke TPA," katanya.

Ia berharap sampah yang dihasilkan rumah tangga dapat diolah secara mandiri sehingga tidak lagi seluruhnya dibuang ke TPA Wukirsari maupun TPS3R.

"Di rumah tangga itu harapannya sudah bisa mengolah sampah sendiri," katanya.

Menurut dia, sampah anorganik dapat dipilah dan disetorkan ke bank sampah yang telah terbentuk di berbagai wilayah.

"Bank sampah nantinya bisa bekerja sama dengan pengepul untuk mengambil kertas, botol minuman bekas, maupun sampah plastik lainnya," ujarnya.

Sementara itu, untuk sampah organik, masyarakat didorong membuat lubang kompos atau tempat pengolahan sampah organik di sekitar rumah, mengingat sebagian besar rumah di Gunungkidul masih memiliki lahan yang cukup luas.

"Sampah organik itu nanti juga bisa menjadi pupuk atau kompos yang bermanfaat untuk tanah," katanya.

Ia menambahkan tempat kompos juga dapat dibuat dengan memanfaatkan barang bekas, seperti galon air mineral atau ember plastik.

"Galon yang ditumpuk itu kalau diisi sampah organik, nanti cairan lindinya turun ke bawah dan bisa dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman," ujarnya.

Edy mencatat timbulan sampah di Kabupaten Gunungkidul mencapai sekitar 50 hingga 60 ton per hari, baik sampah organik maupun anorganik.

"Harapannya, kalau setiap keluarga sudah tidak membuang sampah ke TPA, volume sampah yang masuk bisa turun menjadi sekitar 20 ton per hari," katanya.

Karena itu, DLH terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar kesadaran mengelola sampah sejak dari rumah tangga dapat tumbuh secara bertahap.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih telah mengumpulkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan DLH untuk membahas berbagai persoalan lingkungan beserta tantangan yang dihadapi.

"DLH adalah garda terdepan dalam menjaga kelestarian Bumi Handayani, dan tugas pengelolaan sampah merupakan misi suci untuk warisan anak cucu," ujarnya.

Endah juga mengajak seluruh ASN DLH memperkuat kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menjaga kelestarian lingkungan karena tanggung jawab tersebut harus dilakukan secara bersama-sama, sekaligus menjamin kualitas pelayanan publik.

"Memperkuat integrasi perencanaan pembangunan yang berwawasan lingkungan sekaligus menjamin kepastian hukum dan kualitas layanan publik di Kabupaten Gunungkidul," ujarnya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Gunungkidul targetkan sampah terkelola di tingkat rumah tangga

Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026