Depok (ANTARA) - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Reni Siti Nuraeni menyatakan terus memperkuat upaya agar tidak terjadi lagi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.
"Kami juga telah menyiapkan sejumlah upaya preventif guna mencegah kejadian serupa terulang kembali," kata Reni Siti di Depok, Jumat.
Ia mengatakan upaya preventif, yaitu mulai dari larangan merokok dan membawa benda-benda berpotensi menimbulkan percikan api di kawasan TPA, memperkuat patroli selama 24 jam di kawasan TPA Cipayung, termasuk melakukan penyiraman TPA secara rutin bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok.
"Harapannya upaya yang dilakukan dapat meminimalkan potensi kebakaran kembali di TPA Cipayung," ujarnya.
Baca juga: Pemkot Depok siapkan pabrik pengolahan sampah kapasitas 1.000 ton per hari di TPA Cipayung
Lebih lanjut, Reni mengungkapkan penyebab pasti kebakaran yang terjadi di TPA Cipayung pada Kamis (16/07) malam masih dalam proses investigasi.
Ke depannya, lanjut Reni, hasil investigasi penyebab terjadinya kebakaran akan menjadi bahan evaluasi. Tentunya untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Kami akan terus berkolaborasi dengan perangkat daerah terkait untuk memperkuat upaya mitigasi dan pencegahan kebakaran di TPA Cipayung,” ujarnya.
Baca juga: DLHK Kota Depok tangani peningkatan volume sampah saat Lebaran dengan baik
Kebakaran di TPA Cipayung terjadi Kamis (16/7) malam. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok bergerak cepat dengan mengerahkan tujuh unit mobil pemadam beserta 20 personel untuk menangani insiden tersebut.
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok Rahman Pujiarto mengatakan proses pemadaman berjalan lancar hingga kondisi di lokasi berhasil dikendalikan.
“Alhamdulillah, semua sudah terkondisi dengan baik, terkendali dengan baik dan aman. Insya Allah, mudah-mudahan tidak akan terulang lagi,” ujarnya.
Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.