Senin, 27 Juli 2026 - 13:50 WIB
VIVA –Bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) menjadi salah satu metode yang banyak dipilih pasangan yang mengalami kesulitan memiliki keturunan. Metode ini menjadi harapan bagi pasangan yang mengalami masalah infertilitas atau gangguan kesuburan.
Baca Juga
Bayi tabung adalah salah satu metode pembuahan buatan dengan mengambil sel telur yang kemudian dilanjutkan dengan proses pembuahan di luar tubuh. Sel telur yang berhasil dibuahi di luar rahim akan dimasukkan kembali dalam rahim dan terjadilah kehamilan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tingkat keberhasilan IVF kini semakin menjanjikan berkat kemajuan teknologi dan pendekatan medis yang lebih personal. Namun bukan hanya ditentukan pada teknologi saja, keberhasilan program ini juga sangat dipengaruhi oleh usia calon ibu.
Baca Juga
"Yang perlu kita edukasi adalah apa yang mereka lakukan sangat tergantung pada usia perempuannya," kata ahli fertilitas Dr. dr. Ivan Rizal Sini, GDRM, MMIS, MBA, FRANZCOG, Sp.OG di Jakarta baru-baru ini.
dr. Ivan menjelaskan bahwa usia calon ibu menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi tingkat keberhasilan program bayi tabung. Menurutnya, semakin muda usia calon ibu saat menjalani program tersebut, semakin besar pula peluang keberhasilannya.
Baca Juga
Ia menyarankan agar perempuan yang berencana mengikuti program bayi tabung tidak menunda hingga usia terlalu matang. Idealnya, program ini dijalani sebelum usia 35 tahun. Sebeb pada usia 35 tahun ke atas jumlah dan kualitas sel telur mulai menurun secara signifikan.
"Pasien datang di usia lebih muda angka keberhasilan lebih tingi dibandingkan kalau dia tertunda di usia 40 atau lebih dari itu. (Baiknya datang saat usia) di bawah 35 tahun yang perempuan jumlah cadangan telurnya masih bagus," kata dia.
Sementara itu, dr. Ivan mengungkapkan tingkat keberhasilan program bayi tabung di Morula IVF Indonesia (Morula) berada pada kisaran 50 hingga 60 persen. Peluang keberhasilan tersebut dapat meningkat jika calon ibu menjalani program sebelum usia 35 tahun.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurutnya, perempuan yang berusia di bawah 35 tahun memiliki tingkat keberhasilan program bayi tabung sekitar 60 persen.
"Ada global standart, ada standart di Australia, ada standart di Asia Pasifik, ada standar di Amerika. Sampai saat ini global standart itu kita bervariasi dari 50 sampai 60 persen standart pada perempuan di bawah 35 tahun. Di bawah 35 tahun itu sekitar 60 persen," kata dia.
Halaman Selanjutnya
Dijelaksan lebih lanjut oleh dr. Ivan dengan adanya teknologi PGT-A juga dapat membantu meningkatkan presentase kehamilan. PGT-A ini merupakan teknologi untuk screening kromosom pada embrio yang dimiliki untuk membantu memaksimalkan keberhasilan kehamilan dalam program bayi tabung.