Jakarta (ANTARA) - Ketua Bidang Database Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) Jamin Mattotoran mengimbau seluruh DPD provinsi, hingga pengurus kabupaten/kota untuk memanfaatkan basis data (database) sebagai dasar pembinaan, aktivitas kompetisi, dan penyusunan kebijakan organisasi.
"Kami juga mengharapkan kepada DPD Perbasi Provinsi dan pengkab/pengkot untuk dapat meneruskan kepada seluruh perkumpulan/klub di wilayah masing-masing agar agenda kami diketahui dan dilaksanakan secara menyeluruh," ujar dia di Jakarta, Sabtu.
Jamin menyatakan pemanfaatan data berarti penting dalam membangun tata kelola organisasi yang lebih modern sekaligus memastikan seluruh aktivitas pembinaan bola basket tercatat serta terstruktur.
"Database Perbasi untuk memonitor aktivitas kompetisi serta event bola basket di daerah masing-masing, kemudian merapikan dan mengatur pendataan klub, pemain, dan wasit karena database ini merupakan key performance indicator (KPI) untuk keaktifan organisasi," ujar dia.
Baca juga: DPP Perbasi perbarui data pemain dan klub
Menurut dia, keberadaan database tersebut juga dapat membantu para pengurus di semua tingkatan untuk menentukan agenda dan kebijakan strategis berdasarkan data yang tersedia.
DPP Perbasi, lanjut dia, mengapresiasi seluruh DPD provinsi, pengkab/pengkot, serta perkumpulan atau klub anggota di seluruh Indonesia yang telah berpartisipasi dalam registrasi, verifikasi, dan pemutakhiran data.
Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) melakukan pemutakhiran data pemain, klub, dan lainnya melalui platform Database Perbasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan satu data nasional bola basket Indonesia yang terintegrasi.
Berdasarkan data yang telah masuk dan terverifikasi, terdapat 1.424 klub, 30.610 pemain, 2.883 pelatih, 511 wasit, 1.424 ofisial tim, serta 351 kota/kabupaten Perbasi yang tercatat dalam platform tersebut.
Baca juga: DPP Perbasi gandeng Nico Widmer untuk kembangkan 3x3 di Indonesia
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.