DPR minta polisi usut tuntas bentrokan Matraman tewaskan 1 orang - ANTARA News Bangka Belitung

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru meminta kepolisian mengusut tuntas kasus bentrokan antar warga yang terjadi di kawasan Matraman, Jakarta, Minggu (26/7) yang menyebabkan terjadinya perusakan bangunan, kendaraan, hingga mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

Dia menyayangkan dan prihatin atas peristiwa yang terjadi itu. Menurut dia, kasus itu sebetulnya bisa diantisipasi karena kejadian yang sama sering berulang di lokasi tersebut.

"Saya sangat yakin, pihak kepolisian dalam hal ini Kapolda bisa menyelesaikan masalah ini dan tentunya profesionalitas aparat kepolisian sangat kita harapkan," kata Falah di Jakarta, Senin.

Atas hal itu, dia menekankan bahwa suasana kondusif wajib dijaga oleh seluruh kalangan masyarakat yang tinggal di Jakarta. Menurut dia, kejadian serupa tak boleh terulang kembali.

"Apapun itu alasannya, apa yang mereka lakukan itu tidak dibenarkan di mata hukum," katanya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam dua perkara yang mengakibatkan bentrokan di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan ketujuh tersangka terdiri atas empat orang dalam perkara perusakan gerobak pedagang dan tiga orang dalam perkara pengeroyokan yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia.

Ia menjelaskan, empat tersangka dalam kasus perusakan gerobak nasi uduk di Jalan Matraman Dalam masing-masing berinisial GNA, AJL, FAM, dan ELL. Sementara itu, dalam perkara pengeroyokan di Jalan Tambak yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, penyidik menetapkan tiga tersangka berinisial SK, AS, dan OR.

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.