Cianjur (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat, mendorong program pipanisasi guna menyelesaikan persoalan krisis air bersih dan irigasi pertanian yang dihadapi masyarakat di sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur.
Anggota DPRD Jabar RK Dadan Surya Negara di Cianjur, Selasa, mengatakan melalui pendekatan berbasis swadaya dan semangat gotong-royong, program pipanisasi difokuskan di kawasan pemukiman yang memiliki sumber mata air potensial namun terkendala akses penyaluran.
Hal tersebut salah satunya dilakukan di Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, dimana warga sempat mengeluhkan sulitnya mendapat pasokan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga dan pengairan perkebunan sejak dua bulan lalu.
"Kami memberikan bantuan pengadaan jaringan pipa serta pembangunan bak penampungan dari sumber mata air, dimana masyarakat membangun fasilitas tersebut secara gotong-royong hingga akhirnya menjadi solusi terutama saat kemarau," katanya.
Dia menjelaskan pipanisasi sepanjang 1,5 kilometer tuntas dilakukan, sehingga warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga dan pengairan perkebunan.
Pengelolaan dan pemeliharaan jaringan diberikan pada masyarakat sehingga ke depan ketika terjadi kendala atau gangguan dapat segera dilakukan perbaikan bersama agar air tetap mengalir meski sedang musim kemarau.
Sedangkan di Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, pihaknya bersama Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Provinsi Jabar menyalurkan bantuan bronjong untuk memperbaiki bak penampungan air yang ambruk akibat gempa.
"Bersama warga bendungan darurat berhasil direkonstruksi sehingga air bersih dari kaki Gunung Gede dapat kembali ditampung dan mengalir ke rumah-rumah warga yang sempat kesulitan air setelah gempa dan saat musim kemarau," katanya.
Untuk mengalirkan air dari bendungan ke pemukiman dan lahan pertanian dibutuhkan jaringan pipa paralon berukuran 6 inci sebanyak 33 unit telah terpasang dan proses penambahan pipa susulan akan segera dikirim dalam waktu dekat.
Program pipanisasi menjadi prioritas utama pihaknya sesuai permintaan masyarakat di sejumlah wilayah di Cianjur karena langsung dapat dirasakan, sehingga pihaknya akan terus membantu pipanisasi selama ada sumber mata air dan kesiapan warga untuk bergotong royong.
"Untuk wilayah yang tidak memiliki sumber mata air permukaan, kami bantu pembuatan sumur bor seperti di Kecamatan Cibeber, dimana terdapat tiga titik sumur bor yang terhubung dengan pipanisasi ke rumah warga," katanya.
Sementara masyarakat penerimaan manfaat di Kecamatan Cugenang, mengatakan tidak lagi kesulitan mendapatkan air terutama saat kemarau untuk kebutuhan rumah tangga dan menyiram tanaman di kebun setelah mendapat bantuan pipanisasi dari Pemprov Jabar melalui anggota DPRD Jabar dapil Cianjur.
"Sangat terbantu dengan adanya bantuan pipanisasi yang dibangun secara gotong-royong semua masyarakat, kami tidak lagi kesulitan mendapat sumber air mesmi sedang musim kemarau," kata warga Kecamatan Cugenang Okib (54).
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.