Indramayu (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono mendorong revitalisasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mina Bahari Eretan Kulon, Kabupaten Indramayu, Jabar, agar fasilitas perikanan tersebut semakin mampu mendukung aktivitas nelayan dan meningkatkan pelayanan di kawasan pesisir.
Ono dalam keterangan yang diterima di Indramayu, Kamis, mengatakan kawasan tersebut membutuhkan penataan, karena banjir rob yang berulang masih memengaruhi kegiatan pelelangan ikan serta aktivitas masyarakat.
Ia menilai TPI Eretan Kulon memiliki nilai penting bagi sektor perikanan di Indramayu, karena telah beroperasi sejak lama dan menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi nelayan.
“Tempat ini usianya sudah sangat lama sehingga memang sudah saatnya mendapat penanganan yang lebih baik, terutama untuk mengatasi dampak rob,” katanya.
Menurut dia, nelayan dan pengurus koperasi menyampaikan sejumlah kebutuhan yang harus diprioritaskan, salah satunya peninggian lantai pelelangan agar proses transaksi hasil tangkapan tetap berjalan ketika air laut pasang.
Selain itu, lanjut Ono, fasilitas penampungan air yang kondisinya sudah menurun juga perlu diperbarui demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di TPI.
“Usulan yang paling banyak kami terima adalah peninggian lantai lelang dan pembaruan fasilitas penampungan air. Keduanya menjadi kebutuhan yang mendesak,” ujarnya.
Ia mengatakan aspirasi tersebut akan diperjuangkan dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat tahun 2027, dengan dukungan dokumen teknis dari perangkat daerah terkait.
“Kami akan mengawal usulan ini agar dapat dibahas pada penyusunan anggaran tahun depan,” katanya.
Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Zaenal Abidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.