DPRD Kalsel harapkan pelayanan "tamu Allah" tambah maksimal - ANTARA News Kalimantan Selatan

Banjarbaru Kalsel (ANTARA) - Ketua DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) H Supian HK mengharapkan, pelayanan kepada "tamu Allah" atau jamaah, baik yang berangkat maupun datang dari melaksanakan ibadah haji agar tambah maksimal, 

Haran Supian HK itu usai menghadiri peresmian gedung baru Asrama Haji Kelas I di Kalsel oleh Menteri Hanj dan Umrah Republik Indonesia  Mochamad Irfan Yusuf, di Jalan A Yani km28 Landasan Ulin, Kota Banjarbaru,. Jumat (10/7/2026). 

Supian HK mengapresiasi atas perhatian pemerintah pusat dalam membangun fasilitas haji di Banua atau Kalsel yang kini berpenduduk lebih empat juta jiwa tersebar pada 13 kabupaten/kota dan mayoritas Muslim tersebut. 

“Kami dari DPRD Kalsel menyambut baik dan berterima kasih atas peresmian oleh Bapak Menteri Haji dan Umrah RI, Bapak Mochamad Irfan Yusuf. Gedung baru yang lebih representatif ini tentu akan memberikan pelayanan tambah maksimal kepada jamaah haji asal Kalsel dan sekitarnya,” ujar Supian HK.

Baca juga: DPRD sepakat Raperda PPA Kalsel 2025 jadi Perda

Ia berharap dengan adanya gedung baru, Asrama Haji Banjarmasin tidak hanya menjadi tempat transit, tetapi juga memberikan rasa aman, nyaman, dan khidmat bagi para calon jamaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.

“Semoga dengan diresmikannya gedung baru,, proses pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji kita semakin lancar, nyaman, dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kalsel,” pungkasnya.

Gedung baru Asrama Haji tersebut diproyeksikan memiliki standar fasilitas setara hotel bintang tiga yang diharapkan mampu memberikan pelayanan maksimal dan kenyamanan bagi jamaah haji embarkasi Banjarmasin.

Puncak acara peresmian ditandai penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita Gedung Baru Asrama Haji Kelas I Banjarmasin oleh Menteri Haji dan Umrah RI.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel yang mewakili Gubernur, unsur Forkopimda, pejabat Kementerian Haji dan Umrah RI, serta pemangku kepentingan terkait.

Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.