DPRD Kalteng minta penanganan karhutla Tumbang Nusa ditingkatkan

DPRD Kalteng minta penanganan karhutla Tumbang Nusa ditingkatkan

Jumat, 7 Agustus 2026 14:42 WIB

Image Print

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Bambang Irawan. ANTARA/Dokumentasi pribadi.

Palangka Raya (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Bambang Irawan meminta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau segera ditingkatkan karena kondisi di lapangan dinilai sudah memasuki tahap penanggulangan.

"Kalau terkait karhutla di Pulang Pisau, khususnya Tumbang Nusa, sekarang bukan lagi bicara antisipasi atau pencegahan. Yang harus dilakukan adalah penanggulangan, sehingga pemerintah pusat juga melihat ini merupakan keadaan yang memang harus ditangani secara serius," katanya di Palangka Raya, Jumat.

Menurutnya, karakteristik lahan gambut di Tumbang Nusa membuat upaya pemadaman jauh lebih sulit dibandingkan kebakaran di wilayah lain. Api tidak hanya membakar permukaan lahan, tetapi juga merambat hingga ke lapisan gambut di bawah tanah.

Kondisi tersebut menyebabkan proses pemadaman membutuhkan metode khusus agar bara api di dalam lapisan gambut dapat dipadamkan secara menyeluruh dan tidak kembali memicu kebakaran.

Bambang menilai, kemampuan pemerintah daerah dalam menangani kebakaran gambut memiliki keterbatasan, baik dari sisi peralatan maupun sumber daya. Karena itu, dukungan pemerintah pusat diperlukan agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara lebih maksimal.

Ia berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap karhutla di Tumbang Nusa mengingat dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat setempat, tetapi juga berpotensi meluas ke wilayah lain akibat kabut asap.

"Saya pikir kemampuan provinsi juga terbatas karena penanganannya memang khusus. Oleh sebab itu, ini harus ditangani secara nasional agar upaya pemadaman bisa lebih maksimal," ujarnya.

Selain memperkuat penanggulangan kebakaran, Bambang juga meminta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan dilakukan secara tegas dan transparan sebagai bagian dari upaya menekan kasus karhutla.

Ia menambahkan edukasi kepada masyarakat tetap harus diperkuat agar pembukaan lahan dengan cara membakar tidak terus berulang dan risiko karhutla dapat ditekan pada musim kemarau.

Pewarta : Rajib Rizali
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.