Samarinda (ANTARA) - Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur memaksimalkan pemanfaatan 188 hektare lahan melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah) di Desa Labanan Jaya, Kabupaten Berau, guna memacu produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
"Optimalisasi lahan ini adalah langkah strategis untuk mempercepat penerapan pertanian modern, meningkatkan produktivitas lahan, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan di Kalimantan Timur," kata Kepala DPTPH Kaltim Fahmi Himawan di Samarinda, Senin.
Selain memaksimalkan 188 hektare lahan Oplah, DPTPH Kaltim juga mengalokasikan areal seluas 343 hektare di Kabupaten Berau untuk program cetak sawah baru berbasis Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS). Guna merealisasikan program tersebut, pemerintah daerah segera merampungkan penyusunan data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL).
Fahmi menjelaskan, pemetaan CPCL tersebut sangat krusial untuk memastikan penyaluran bantuan dan teknologi tepat sasaran. Langkah ini sekaligus ditujukan untuk mendorong pelibatan aktif Brigade Pangan dalam mengawal penerapan sistem pertanian modern langsung di tengah masyarakat.
Kehadiran pemerintah tidak sebatas pada penyiapan lahan, melainkan juga berfokus pada penyelesaian kendala infrastruktur. Berdasarkan identifikasi di lapangan bersama Babinsa dan penyuluh pertanian, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah solusi terintegrasi, mulai dari rehabilitasi jaringan irigasi, pengendalian risiko banjir, hingga penyediaan alat dan mesin pertanian modern seperti combine harvester dan alat tanam benih langsung.
"Kami juga memprioritaskan penyediaan fasilitas pengering untuk mendongkrak kualitas hasil panen petani, mengingat saat ini tingkat rendemen panen kita di lapangan masih berada di sekitar 40 persen," ujar Fahmi.
Untuk menjamin kepastian kesejahteraan para petani, DPTPH Kaltim terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut mencakup upaya percepatan penyerapan gabah oleh Perum Bulog, serta jaminan keamanan ketersediaan pupuk bersubsidi melalui sistem e-RDKK.
Melalui intervensi teknologi, lanjut Fahmi, dukungan pendampingan dari penambahan tenaga Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta jaminan kepastian pasar, sektor pertanian di Berau diharapkan semakin tangguh dan mampu menarik minat generasi muda untuk memacu regenerasi petani.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.