Cianjur (ANTARA) - Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memprioritaskan penanganan dan langkah mitigasi serta pengendalian dampak kekeringan terhadap lahan pertanian di seluruh wilayah Cianjur.
Kepala DTPHP Cianjur Wahyu Ginanjar di Cianjur, Kamis, mengatakan penanganan kekeringan pada musim tanam April-September menjadi prioritas agar selama musim kemarau lahan pertanian tetap dapat pasokan air yang cukup dari berbagai sumber selain irigasi.
Pengawasan ketat dengan mengintensifkan petugas kontrol di pintu air agar aliran tetap fokus ke lahan pertanian sudah dilakukan, termasuk optimalisasi pompa dan penyesuaian jadwal tanam, mendorong penggunaan irigasi perpompaan secara merata dan menyesuaikan pola tanam.
"Sejak April sudah disampaikan informasi ke seluruh UPTD maupun Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) untuk melakukan mitigasi antisipasi dan pengendalian dampak kekeringan di wilayah tugasnya masing-masing," katanya.
Berdasarkan laporan petugas teknis di lapangan pendistribusian air ke sawah mengalami perubahan dimana air dari saluran irigasi banyak dimanfaatkan untuk sektor perikanan dan pemukiman, sehingga pengairan lahan pertanian terganggu.
Bahkan data dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, mencatat debit air di Bendungan Utama Cisuru mengalami penurunan drastis, sehingga sejumlah upaya dilakukan diantaranya menerapkan sistem Gilir Giring.
Dimana petugas akan memberlakukan jadwal giliran pasokan air yang diprioritaskan untuk lahan sawah di wilayah hilir sejak 6 Juli, sehingga aliran air untuk pertanian tetap terjaga agar hasil produksi padi tetap maksimal.
"Kami menjalin kerjasama dengan BBWS Citarum, UPTD, PPL, POPT, serta unsur TNI-Polri menerapkan sejumlah strategi untuk mengatasi krisis air di sejumlah kecamatan terutama penghasil padi seperti Karantengah, Ciranjang, Haurwangi dan Cibeber," katanya.
Tercatat saat hingga saat ini, baru satu laporan yang masuk terkait kekeringan yang melanda area pertanian di Desa Sindangsari, Kecamatan Ciranjang, dimana dampak kemarau kategori Golongan III atau hilir pada Daerah Irigasi (DI) Cihea.
Penanganan cepat dilakukan dengan menerapkan jadwal giliran pasokan air yang dijaga petugas setiap harinya, sehingga pasokan air untuk menyirami tanaman padi tetap terpenuhi sehingga hasil produksi dapat maksimal.
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.