Pontianak (ANTARA) - Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) kembali mencatatkan capaian membanggakan dalam pengembangan publikasi ilmiah. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 862/DST/D.D1/HM.01.01/2026 tentang Pemberitahuan Hasil Akreditasi Baru Jurnal Ilmiah Periode III Tahun 2025 tertanggal 28 Juli 2026, Hippocampus: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat berhasil memperoleh Akreditasi Baru SINTA 4, sementara Nekton kembali mempertahankan Akreditasi SINTA 4 melalui proses reakreditasi.
Kedua jurnal tersebut dikelola oleh Program Studi Agribisnis Perikanan dan Kelautan Poltesa. Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen institusi dalam memperkuat budaya akademik melalui pengelolaan jurnal ilmiah yang berkualitas, kredibel, dan berorientasi pada peningkatan mutu penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.
Keberhasilan ini merupakan hasil dari kolaborasi, dedikasi, dan kerja keras seluruh tim pengelola jurnal, dewan editor, mitra bestari (reviewer), para penulis, serta dukungan berkelanjutan dari Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPPM) Poltesa beserta seluruh sivitas akademika yang turut berkontribusi dalam proses pengembangan kedua jurnal tersebut.
Kepala PPPM Poltesa, Dr. Andy Maryam, S.Si., M.Pd., menyampaikan bahwa capaian ini merupakan indikator semakin meningkatnya kualitas tata kelola publikasi ilmiah di lingkungan Poltesa.
"Akreditasi yang diraih Hippocampus dan keberhasilan Nekton mempertahankan peringkat SINTA 4 merupakan hasil dari komitmen bersama dalam membangun sistem pengelolaan jurnal yang profesional, berkelanjutan, dan sesuai standar nasional. Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, memperluas jejaring kolaborasi, serta mendorong dosen dan peneliti menghasilkan karya-karya yang memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Senada dengan itu, Koordinator Program Studi Agribisnis Perikanan dan Kelautan Poltesa, Dewi Merdekawati, S.Pi., M.Si., mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan momentum penting bagi program studi untuk terus meningkatkan daya saing publikasi ilmiah.
"Keberhasilan Hippocampus memperoleh Akreditasi SINTA 4 dan Nekton mempertahankan akreditasinya merupakan hasil kerja kolektif seluruh pengelola jurnal dan para mitra yang selama ini berkomitmen menjaga kualitas publikasi. Kami akan terus melakukan penguatan tata kelola jurnal, meningkatkan kualitas artikel, memperluas kolaborasi dengan peneliti dari berbagai institusi, serta mendorong jurnal-jurnal Poltesa menjadi media diseminasi hasil riset dan pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pengembangan sektor perikanan dan kelautan di wilayah perbatasan," jelasnya.
Sebagai perguruan tinggi vokasi negeri yang berada di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia, Poltesa terus berupaya memperkuat ekosistem penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. Penguatan kualitas jurnal ilmiah menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan reputasi akademik institusi sekaligus memperluas diseminasi hasil-hasil penelitian yang inovatif dan aplikatif.
Prestasi ini juga selaras dengan semangat Poltesa Berkibar (Berkarya, Berinovasi, Berbasis Kearifan Lokal) dan visi Diktisaintek Berdampak, yaitu menghadirkan pendidikan tinggi vokasi yang mampu menghasilkan inovasi, memperkuat daya saing sumber daya manusia, serta memberikan manfaat nyata bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di kawasan perbatasan.
Melalui capaian ini, Poltesa berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah menuju standar yang lebih tinggi, memperkuat jejaring kolaborasi nasional maupun internasional, serta menjadikan hasil penelitian dan pengabdian sebagai solusi atas berbagai tantangan pembangunan di daerah dan Indonesia secara luas.
Pewarta: Dedi
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.